Media Kampung – Puasa sunah pada bulan Zulhijah tahun 2026 akan dimulai pada Senin, 18 Mei. Bulan Zulhijah yang termasuk dalam kelompok bulan suci ‘asyhurul hurum’ memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sehingga ibadah di bulan ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim.

Bulan ini menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan amalan, mengingat keutamaannya yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah ayat 36, yang menyatakan bahwa Allah SWT menetapkan dua belas bulan sejak penciptaan langit dan bumi, termasuk Zulhijah sebagai bulan yang diagungkan. Selain itu, Nabi Muhammad SAW melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas menyebutkan bahwa tidak ada hari lain yang lebih dicintai Allah untuk beribadah dibandingkan dengan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, tanggal 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei yang menandai dimulainya puasa sunah yang dianjurkan selama tanggal 1 hingga 9 Zulhijah. Namun, puasa pada tanggal 10 Zulhijah tidak diperbolehkan karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Iduladha.

Berdasarkan informasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, umat Islam disarankan untuk menjalankan puasa sunah mulai dari tanggal 1 hingga 9 Zulhijah, dengan puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah memiliki nama khusus yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, bahkan bagi yang memiliki utang puasa Ramadan diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan dengan puasa sunah ini.

Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, umat Islam di Indonesia dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa sunah di bulan Zulhijah dengan penuh kesungguhan dan harapan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amalan di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah ini menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah sebelum memasuki hari raya Iduladha.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.