Media Kampung – MALIQ & D’Essentials resmi memasuki babak baru dalam perjalanan musik mereka setelah bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Kolaborasi ini membuka peluang untuk memperluas jangkauan pendengar, termasuk ke pasar global.

Setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri musik Indonesia, grup ini melihat kerja sama tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi lewat kolaborasi lintas negara, proyek kreatif, dan kemungkinan kerja sama dengan berbagai brand.

Ingin tetap relevan tanpa kehilangan karakter

Head of AR Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta, menilai MALIQ & D’Essentials sebagai mitra yang tepat karena memiliki identitas musikal yang kuat dan tetap relevan lintas generasi. Sony Music juga melihat peluang lain dari kerja sama ini, mulai dari kolaborasi regional hingga pengembangan audiens baru.

Bagi MALIQ & D’Essentials, langkah ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama bisnis. Widi Puradiredja menyebut momen tersebut sebagai awal dari perjalanan baru yang ingin mereka bagikan kepada para pendengar.

Angga Puradiredja menegaskan bahwa mereka tidak ingin hanya dikenal sebagai band nostalgia. Di sisi lain, mereka juga tidak ingin memaksakan diri mengikuti tren anak muda demi terlihat relevan.

Menurut mereka, kekuatan utama MALIQ & D’Essentials ada pada kejujuran dalam bercerita dan karakter musikal yang tetap dijaga sejak awal. Karena itu, karya-karya berikutnya diproyeksikan tetap membawa DNA musik mereka, sambil membuka ruang untuk eksplorasi baru.

Perkenalkan album lewat pameran

Sebelum mengumumkan kerja sama dengan Sony Music, MALIQ & D’Essentials lebih dulu merayakan perilisan album penuh ke-10 mereka, Kabar Gembira, lewat Kabar Gembira Exhibition. Pameran itu digelar pada 29 Oktober hingga 17 November 2026 di Melting Pot, GF, ASHTA District 8, Jakarta Selatan.

Format pameran dipilih untuk memperkenalkan cerita dan ekosistem kreatif di balik album. Menurut Widi Puradiredja, pendekatan ini dinilai cocok untuk menjelaskan DNA MALIQ secara lebih utuh dibandingkan hanya melalui konser.

Grup ini juga pernah menggelar Can Machines Fall in Love Exhibition pada 2024. Pengalaman itu membuat mereka kembali menggunakan format serupa untuk mengajak pengunjung mengenal lebih dekat perjalanan, cerita, dan identitas musikal MALIQ & D’Essentials.

Dengan bergabungnya mereka ke Sony Music Entertainment Indonesia, MALIQ & D’Essentials kini memiliki ruang baru untuk mengembangkan perjalanan kreatif yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.