Media Kampung – Penampilan 20 siswa Topaz Music School Jakarta pada CL Music Fest 2026 di Mall Citraland, Jakarta, sukses memukau pengunjung. Meski usia mereka rata-rata di bawah 12 tahun, kemampuan olah vokal dan memainkan alat musik mendapat acungan jempol. Suguhan musisi yunior berbakat ini membuat pengunjung betah lesehan di lantai depan panggung hingga acara usai, sementara yang di lantai atas menikmati sambil berdiri.
Gelaran Musik Dua Sesi
CL Music Fest 2026 digelar dalam dua sesi: siang dan malam. Sesi malam menampilkan sembilan siswa, antara lain Osazee (vokal), Hakim Albani (gitar elektrik), Alvaro, Kenes, dan Louisa Love Rungkat (drum) yang tampil solo. Pengunjung seperti Lita Rantung asal Bandung mengaku iri dengan kemampuan para bocil ini. “Jujur saya akui musisi bocil ini benar-benar hebat, saya iri,” ujarnya. Ia bahkan urung belanja karena terpikat penampilan mereka.
Penampilan Perdana yang Berkesan
Salah satu siswa, Kenes Kawuryan Astagina, bercita-cita menjadi drumer dan baru pertama kali tampil di CL Music Fest 2026. Murid kelas 5 SD Islam Al-Azhar 5 Kebayoran Lama ini sudah tiga tahun belajar drum di bawah asuhan Kak Endro. “Saya senang bermain drum karena gerakannya energik,” ujar Kenes yang berulang tahun ke-10 pada 16 Juni 2026. Ia membawakan lagu nasional “Rayuan Pulau Kelapa” ciptaan Ismail Marzuki. “Sempat grogi melihat pengunjung banyak, akhirnya enjoy dan senang melihat pengunjung tepuk tangan semua, termasuk Papa, Mama, dan Kak Endro,” kata Kenes polos.
Persiapan Mendadak, Hasil Memuaskan
Pengajar Topaz Music School, Endro, mengatakan pihaknya hanya menampilkan 20 siswa karena pemberitahuan mendadak dari pihak mall. “Kebetulan masing-masing punya alat dan kesempatan berlatih sendiri di rumah,” jelas drumer kawakan itu. Meski persiapan mendadak, ia mengapresiasi performa anak didiknya yang dinilai cukup bagus. Endro memaklumi rasa grogi beberapa siswa karena ini penampilan perdana di hadapan banyak orang, dan menganggapnya sebagai bagian dari proses.
Tentang Topaz Music School
Topaz Music School, yang memiliki ratusan siswa, merupakan sekolah musik di bawah penyedia alat musik Yamaha. Minat siswa terhadap alat musik merata, mulai dari piano, keyboard, biola, gitar elektrik, hingga drum. Drum dianggap memiliki tingkat kesulitan tinggi karena membutuhkan fisik prima dan konsentrasi untuk mensinergikan kaki dan tangan. “Meskipun tingkat kesulitannya tinggi, banyak yang menyukai karena tampil energik,” pungkas Endro usai mendampingi anak didiknya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan