Media Kampung – Film asal Indonesia berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT) garapan sutradara Ismail Basbeth resmi terpilih untuk mengikuti kompetisi utama festival bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026. Film ini masuk dalam tujuh kategori kompetisi, yakni Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.
Kabar ini disampaikan oleh produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, dalam siaran tertulis di Jakarta, Jumat (6/5). Ia menyebut pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bisa mewakili Indonesia di ajang festival film kelas dunia seperti SIFF.
Festival yang akan berlangsung pada 12 hingga 21 Juni 2026 ini menjadi lokasi pemutaran perdana dunia film yang memiliki judul internasional My Own Last Supper itu. Sebelumnya, proyek film RBMT telah diluncurkan di Asian Content and Film Market (ACFM) Busan International Film Festival pada tahun 2025.
Film RBMT mengisahkan seorang pria tua Tionghoa yang mengalami trauma psikologi dan politik akibat identitas etnisnya. Melalui tokoh bernama Encek, penonton diajak memahami realitas kehidupan seorang Tionghoa di Indonesia. Sutradara Ismail Basbeth menjelaskan, film ini ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, yang bercerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya.
Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji ini dibintangi sejumlah aktor senior seperti Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman. Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang juga menjadi debut bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, dan akademisi Rocky Gerung.
Setelah penayangan di Shanghai International Film Festival, film ini dijadwalkan akan diputar di bioskop-bioskop di Indonesia pada akhir 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan