Media Kampung – Grup indie Float kembali merilis karya terbaru berjudul The Mirror Song (Constant Changes). Single ini menjadi refleksi emosional tentang proses bertumbuh, menerima perubahan, dan berdamai dengan diri sendiri.
Setelah merilis Emily dan Dimabuk Cahaya, Float menghadirkan lagu dengan tempo paling cepat sepanjang sejarah mereka. Drummer Float, Timur, menyebut lagu ini memiliki tempo paling cepat dari semua lagu Float dan sangat fun untuk dibawakan secara live.
Meski energik, lirik The Mirror Song (Constant Changes) tetap puitis seperti ciri khas Float. Ditulis oleh Hotma Meng Roni Simamora dan Binsar Tobing, lagu ini mengangkat tema perubahan perlahan dalam diri seseorang. Vokalis Float, Hotma, menjelaskan bahwa liriknya bercerita tentang perubahan yang prosesnya makan waktu lama hingga kita tidak menyadarinya, namun pada akhirnya kita mampu menghadapi masalah yang semula terasa mustahil.
Bagi gitaris Float, David Qlintang, lagu ini memiliki makna personal sebagai orang tua yang membesarkan putranya yang hidup dengan ADHD. David mengaku lagu ini menjawab kekhawatiran soal masa depan dan mengingatkannya untuk tetap optimis.
Float juga menyisipkan pesan penyemangat di bagian chorus, mengajak pendengar untuk terus mencoba, beristirahat saat perlu, dan berbagi cerita. Nuansa hangat diperkuat oleh aransemen paduan suara di bawah arahan Ria Septiani. The Mirror Song (Constant Changes) menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menawarkan ruang refleksi dan harapan bagi para Floatmates.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan