Media Kampung – Episode kesembilan dari musim kelima serial “For All Mankind“, berjudul “Sons and Daughters“, menghadirkan peristiwa yang cukup mengejutkan dan mencengangkan. Dengan kombinasi antara invasi militer yang gagal di Happy Valley dan prosedur ilmiah di Titan, episode ini mencoba mengaitkan dua cerita yang tampaknya tidak berhubungan namun sayangnya, hasilnya terasa tidak memuaskan.

Pada awal episode, kita melihat para Marinir M-6 yang tidak gentar meski baru saja mengalami bencana di Stasiun Kuznetsov. Mereka mendarat di Mars dan mempersiapkan diri menghadapi situasi yang tidak terduga. Namun, pertemuan antara Marinir dan penduduk Mars justru terkesan klise dan dipenuhi dialog yang tidak perlu, yang memaksa penonton untuk memahami apa yang sudah jelas terlihat di layar.

Kekacauan di Happy Valley semakin meningkat ketika OPEF menyerang dan menimbulkan banyak korban. Penyerangan ini bahkan menciptakan konflik di antara pasukan pro-Bumi yang terdiri dari anggota yang sebelumnya berpihak pada Helios. Salah satu Marinir menyebut situasi ini sebagai ‘FUBAR’, yang menggambarkan betapa parahnya keadaan.

Di tengah kekacauan tersebut, karakter baru, Lily dan Alex, menghadapi tantangan yang mengharuskan mereka melangkah ke dunia dewasa. Lily terjebak dalam dilema moral terkait peran ayahnya dalam kerusuhan tahun 2003, sementara Alex harus mengaplikasikan pelatihan medisnya dalam situasi darurat yang nyata. Meskipun sebagian besar aksi di Happy Valley terasa monoton, momen-momen seperti ketika Alex bersembunyi di saluran udara menambah ketegangan yang diperlukan.

Di sisi lain, subplot yang terjadi di Titan terasa kurang memadai. Meskipun penggambaran ilmiah di Titan, termasuk pengambilan sampel yang hati-hati, cukup menarik, banyak yang merasa bahwa bagian ini tidak berjalan cukup jauh. Dengan episode yang berdurasi kurang dari 45 menit, ada cukup waktu untuk menyelesaikan cerita tentang kerusakan pada pakaian Elena dan memperkenalkan lebih banyak intrik mengenai apa yang ditemukan di Titan.

Dalam episode “Sons and Daughters”, penonton disuguhkan dua narasi yang tampaknya tidak saling mendukung. Sementara beberapa elemen aksi di Happy Valley terlalu berlebihan, subplot di Titan terasa terputus-putus. Meskipun ada potensi untuk menambah kedalaman pada cerita, eksekusi yang kurang memadai membuat episode ini kehilangan arah.

Menjelang akhir episode, penonton dihadapkan pada banyak pertanyaan tanpa jawaban. Dengan satu episode tersisa sebelum musim berakhir, harapan akan resolusi yang memuaskan tetap ada. Namun, bagaimana episode terakhir akan mengaitkan semua benang cerita ini menjadi sebuah kesatuan yang koheren masih menjadi tanda tanya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.