Media Kampung – 18 April 2026 | Arya Khan mengungkap dalam sebuah curhat bahwa ia terpaksa menjual dua mobil untuk menutupi biaya hidup anak Pinkan Mambo saat berobat di Singapura, menekankan bahwa prioritas utama adalah kesembuhan sang anak. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil demi memastikan perawatan medis yang optimal tanpa mengorbankan kebutuhan dasar keluarga.

Anak Pinkan, yang didiagnosa mengalami kelainan jantung kongenital, dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Singapura sejak awal Januari 2026. Proses perawatan meliputi serangkaian operasi dan terapi lanjutan yang memerlukan biaya bulanan mencapai tiga ratus ribu dolar Singapura.

Untuk menyiapkan dana, Arya menjual dua mobil mewah miliknya, yakni sebuah Mercedes-Benz G-Class tahun 2020 dan sebuah BMW X5 tahun 2021, masing-masing dengan nilai pasar sekitar dua puluh lima juta rupiah. Penjualan tersebut dilakukan melalui dealer resmi dan menghasilkan total sekitar lima puluh juta rupiah yang langsung disalurkan ke rekening rumah sakit.

“Yang penting dia sembuh, saya rela jual mobil,” ujar Arya Khan dalam wawancara video yang dipublikasikan pada 17 April 2026. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi dirinya untuk mengorbankan kesehatan anak demi aset pribadi.

Sementara itu, Pinkan Mambo terus mengamen di jalanan Jakarta sebagai upaya menambah pemasukan tambahan bagi keluarga. Aksi tersebut sekaligus menjadi strategi konten digital yang meningkatkan interaksi di media sosial mereka.

Reaksi netizen terbagi antara dukungan terhadap perjuangan pasangan tersebut dan kritik terhadap keputusan mengamen di ruang publik. Beberapa komentar menilai langkah Pinkan sebagai bentuk keikhlasan, sementara yang lain mengingatkan pentingnya menjaga martabat artis.

Designer Ivan Gunawan sempat menawarkan bantuan finansial kepada Pinkan, namun ditolak dengan tegas oleh sang artis. Arya Khan kemudian menegaskan bahwa keputusan mereka tetap independen dan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun.

Biaya perawatan anak di luar negeri menambah beban ekonomi keluarga, terutama setelah penurunan pendapatan akibat penurunan popularitas Pinkan pada tahun 2025. Penjualan mobil menjadi solusi jangka pendek untuk menstabilkan arus kas selama masa kritis.

Arya Khan menyatakan harapan bahwa setelah kondisi medis anak membaik, keluarga akan kembali fokus pada karier masing-masing. Ia menargetkan untuk membeli kembali kendaraan yang dijual setelah situasi keuangan membaik.

Per 30 April 2026, kondisi anak Pinkan menunjukkan perbaikan signifikan, dengan dokter mengindikasikan bahwa operasi pertama telah berhasil dan pemulihan lanjutan berjalan baik. Keluarga berencana melanjutkan perawatan lanjutan di Singapura hingga akhir tahun.

Melalui akun Instagram resmi, Arya Khan mengajak publik untuk memberikan dukungan moral dan menghindari spekulasi yang dapat menambah beban emosional keluarga. Ia menutup dengan pesan bahwa kesehatan dan kebahagiaan anak adalah prioritas utama.

Dengan langkah menjual dua mobil dan tetap melanjutkan aktivitas mengamen, Arya Khan dan Pinkan Mambo menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi krisis kesehatan keluarga. Kondisi terkini menunjukkan perbaikan medis, sementara tantangan keuangan masih menjadi fokus utama hingga dana pengobatan selesai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.