Media Kampung – Aktris Cinta Laura menyoroti fenomena generasi muda Indonesia yang mengalami kegelisahan tinggi atau yang dikenal dengan istilah anxious generation. Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Cinta Laura menyampaikan kekhawatirannya terkait pola pikir generasi muda yang cenderung mencari kepuasan instan dan kurang siap menghadapi tantangan jangka panjang.
Menurut Cinta, generasi muda saat ini sangat terpengaruh oleh era digital yang membuat mereka lebih fokus pada hasil cepat tanpa melalui proses yang sulit. Hal ini dinilai berisiko mengancam daya tahan dan keberhasilan mereka di masa depan. “Success in anything good takes time,” tegasnya, mengingatkan pentingnya kesabaran dan proses dalam meraih tujuan.
Anxious Generation dan Tantangan Masa Kini
Fenomena anxious generation menggambarkan kondisi kecemasan dan kegelisahan yang melanda banyak anak muda akibat tekanan sosial, ekonomi, dan perubahan cepat di era digital. Cinta Laura menilai bahwa keterikatan pada kepuasan jangka pendek membuat generasi muda kurang peduli dengan perencanaan masa depan yang matang.
Literasi Keuangan sebagai Kunci Kesiapan Masa Depan
Selain membahas mentalitas generasi muda, Cinta Laura juga menekankan pentingnya literasi keuangan yang realistis dan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Ia menyoroti bahwa literasi finansial harus dimulai dari pemahaman dasar seperti pengelolaan pendapatan dan pengeluaran harian, terutama bagi mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.
“Financial planning harus disesuaikan dengan latar belakang ekonomi masing-masing individu,” jelas Cinta. Pendekatan ini dianggap penting agar literasi keuangan tidak menjadi beban, melainkan alat yang membantu generasi muda mengelola keuangan secara efektif.
Persiapan Menghadapi Populasi Menua
Pandangan Cinta Laura ini disampaikan dalam konteks peluncuran riset “Indonesia Menuju Populasi Menua Seberapa Siapkah Kita” yang digelar oleh DBS Foundation. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia akan mencapai fase populasi menua dengan proporsi lansia mencapai 12 persen pada 2025 dan berpotensi meningkat hingga 20 persen pada 2045.
Mona Monika, Head of Group Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, menambahkan bahwa persiapan menghadapi populasi menua harus dimulai sejak usia produktif melalui kesiapan sosial dan finansial. DBS Foundation berkomitmen mendukung masyarakat rentan dengan meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta literasi keuangan dan persiapan pensiun.
Menatap Masa Depan dengan Kesiapan
Pentingnya membangun pola pikir yang tahan banting dan kesiapan finansial sejak dini menjadi pesan utama dari Cinta Laura dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan memahami kondisi saat ini dan mempersiapkan langkah nyata, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjalani proses kehidupan dengan lebih matang dan mandiri, sehingga siap menyambut masa tua dengan lebih baik.














Tinggalkan Balasan