Media Kampung, Lebak – Peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah degradasi moral generasi muda di Kabupaten Lebak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang masif, anak-anak dan remaja menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari pengaruh negatif di ruang digital hingga ancaman sosial seperti narkoba, kekerasan, dan perilaku menyimpang.

Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidik, menegaskan bahwa rumah adalah lingkungan pertama di mana anak-anak belajar mengenal nilai, kasih sayang, batasan, serta tanggung jawab. Keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter dan akhlak yang kuat sebagai benteng utama melindungi generasi muda dari pengaruh buruk yang dapat merusak masa depan mereka.

Baca juga:

Tantangan yang Dihadapi Generasi Muda

Perkembangan teknologi dan globalisasi membawa manfaat sekaligus risiko bagi remaja. Arus informasi yang cepat memungkinkan mereka mendapatkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang terpapar pada hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan tawuran. Jika lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial tidak mampu menyediakan ruang aman dan bimbingan yang memadai, anak-anak cenderung mencari pengaruh di luar yang belum tentu positif.

Penguatan Peran Keluarga dan Lingkungan

Belia menekankan pentingnya peran aktif keluarga dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak. Pengasuhan yang penuh kasih sayang, pengawasan, serta komunikasi terbuka di rumah menjadi fondasi utama pembentukan karakter. Selain itu, lingkungan sekolah dan ruang kreatif juga berperan penting dalam memberikan dukungan positif bagi remaja.

Untuk itu, penguatan edukasi bagi orang tua dan remaja melalui seminar dan diskusi dengan berbagai tokoh dan ahli sangat diperlukan agar pemahaman mengenai persoalan anak dan remaja semakin luas. Perlindungan anak juga harus mencakup pencegahan eksploitasi, kekerasan berbasis gender, dan pendampingan psikologis, sehingga anak tidak menghadapi masalah tersebut secara sendiri.

Baca juga:

Menyalurkan Energi Positif Generasi Muda

Belia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan ruang bagi remaja menyalurkan energi serta bakat mereka melalui seni, olahraga, keterampilan, dan kegiatan pengembangan mental. Kegiatan produktif tersebut menjadi upaya strategis dalam mencegah mereka terjerumus ke aktivitas negatif.

“Kita harus mengalihkan energi mereka ke hal-hal yang produktif seperti seni, olahraga, dan latihan keterampilan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga generasi emas di Kabupaten Lebak,” ujar Belia.

Pentingnya Sistem Perlindungan Anak yang Terpadu

Penguatan peran keluarga harus berjalan seiring dengan sistem perlindungan anak yang komprehensif dari pemerintah daerah. Dengan dukungan tersebut, generasi muda Lebak dapat tumbuh tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara karakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global.

Baca juga:

Belia berharap upaya ini dapat menghasilkan generasi yang lebih baik dan siap bersaing di masa depan, memastikan masa depan Kabupaten Lebak yang lebih cerah dan berdaya saing.