Media Kampung – Shanghai menjadi saksi perayaan bersejarah rumah mode Italia Max Mara yang genap berusia 75 tahun. Dalam rangkaian acara yang berlangsung di Long Museum, Max Mara membuka pameran arsip bertajuk The Max dan mempresentasikan koleksi Resort 2027 dengan tema Kinetic Chic. Dua momen ini menjadi penanda bagaimana Max Mara memandang warisan sebagai fondasi untuk terus berinovasi.

The Max: Arsip yang Hidup

Pameran The Max dikurasi oleh fashion historian Olivier Saillard. Alih-alih retrospektif konvensional, pameran ini menghadirkan perjalanan Max Mara sejak didirikan Achille Maramotti pada 1951. Pengunjung diajak menelusuri living archive yang terdiri dari garmen, pola, sketsa, dokumen, dan foto bersejarah. Suasana intim namun monumental terasa di setiap zona, menunjukkan bahwa Max Mara tidak pernah terjebak pada nostalgia, melainkan menggunakan arsip sebagai bahan bakar kreativitas.

Koleksi Resort 2027: Kinetic Chic

Creative Director Max Mara, Ian Griffiths, merancang koleksi Resort 2027 yang terinspirasi oleh gagasan modernitas dan kehidupan metropolitan. Dalam wawancara, Griffiths mengungkapkan bahwa identitas Max Mara sejak awal adalah fenomena metropolitan yang lahir dari dinamika urban. Ia banyak membaca karya filsuf Walter Benjamin untuk mengembangkan konsep tersebut.

Tema Kinetic Chic merangkum energi dan perubahan konstan kota. Siluet khas Max Mara tampil sleek dan wearable: mantel longgar, jaket pendek boxy, rok ringan, dan gaun jatuh lembut. Palet warna camel diperkaya dengan cognac, champagne, khaki, hitam, putih, serta semburat merah ikonik. Beberapa look menampilkan kilau paillette dan warna cerah yang memberikan energi baru pada estetika understated.

Bauhaus Bertemu Oriental

Yang menarik adalah perpaduan arsip Max Mara dengan referensi budaya Shanghai. Motif garis dan pola geometris Bauhaus berdampingan dengan reinterpretasi cheongsam berbahan merino wool, jaket quilted silk, dan kancing pankou subtil. Ini menjadi ode bagi kultur China tanpa meninggalkan identitas Italia.

Menatap Masa Depan

Max Mara tidak bersikap sentimental terhadap sejarah. Tiga mantel arsip spesial dirilis dalam edisi terbatas untuk memperingati 75 tahun. Dalam dunia fashion yang cepat berubah, Max Mara tetap berpegang pada prinsip sederhana: mengubah sesuatu yang ordinary menjadi extraordinary. Seperti yang disimpulkan Griffiths, Max Mara adalah tentang perempuan modern, pakaian yang tidak sekadar mengikuti tren, dan elegansi yang hadir dengan percaya diri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.