Media Kampung – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Disdik Jatim) bersama HGI Research Centre resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan talenta digital yang siap bersaing di industri global. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) dilakukan di Shanghai, Tiongkok, dalam kunjungan resmi delegasi Disdik Jatim pada 8-12 Juni 2026.
Delegasi dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Dalam rilis yang diterima redaksi pada Minggu, 21 Juni 2026, disebutkan bahwa melalui kerja sama ini kedua pihak sepakat membangun komunikasi berkelanjutan serta mengeksplorasi berbagai program pendidikan vokasi yang berbasis kebutuhan industri.
Program yang dibahas mencakup integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta kolaborasi internasional. Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga membantu siswa memahami proses industri dan pelaksanaan proyek.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan,” ujar Wang Chen. Ia menambahkan bahwa perusahaan saat ini membutuhkan individu yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara efektif. Oleh karena itu, HGI berkomitmen menghadirkan proyek, proses, dan standar industri ke ruang kelas di Indonesia.
Sementara itu, Aries Agung Paewai menilai industri digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Jawa Timur ingin mencetak talenta muda yang menguasai keterampilan digital sekaligus berwawasan internasional. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan komunikasi dan keterampilan digital mutakhir,” katanya.
Dalam diskusi bersama HGI Research Centre, kedua pihak membahas konsep “Chinese Class Skill”, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional berbasis industri. Pendekatan ini diterapkan pada bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif. Siswa diharapkan memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan komunikasi lintas budaya.
Delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai, seperti Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College. Mereka menyaksikan langsung penerapan integrasi pendidikan dan industri di bidang animasi, produksi gim, kecerdasan buatan, hingga pelestarian budaya berbasis teknologi digital.
Melalui kerja sama ini, Disdik Jatim dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan masa depan. Kedua pihak optimistis kolaborasi ini akan mendukung lahirnya talenta yang mampu bersaing di era ekonomi digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan