Media Kampung – Subnautica 2 berhasil menjadi kontributor utama dalam pencapaian kinerja kuartal kedua terbaik Krafton, meski peluncuran game ini diwarnai oleh berbagai konflik hukum dan tuduhan sabotase yang rumit.
Drama dan Sengketa Hukum Sebelum Peluncuran
Perjalanan Subnautica 2 menuju peluncuran akses awal pada Mei 2025 penuh dengan dinamika yang mempengaruhi proses pengembangan dan peluncurannya. Krafton mengambil langkah kontroversial dengan memberhentikan kepemimpinan studio Unknown Worlds, yang mengembangkan Subnautica 2, dan menunda peluncuran game tersebut.
Dalam konflik ini, Krafton menuduh pimpinan studio telah meninggalkan proyek, sementara pimpinan Unknown Worlds membalas dengan tuduhan bahwa Krafton sengaja menunda peluncuran untuk menghindari kewajiban membayar earnout senilai 250 juta dolar, sebuah strategi yang diklaim dibuat oleh CEO Krafton dengan bantuan teknologi AI ChatGPT.
Kasus ini sampai pada keputusan pengadilan yang memerintahkan Krafton untuk mengembalikan posisi CEO Unknown Worlds, Ted Gill, serta memperpanjang periode earnout. Namun, ketegangan berlanjut ketika Krafton mengumumkan tanggal peluncuran yang dianggap sebagai upaya sabotase oleh Gill.
Peluncuran dan Keberhasilan Subnautica 2
Meskipun berbagai hambatan tersebut, Subnautica 2 akhirnya berhasil meluncur dan mendapat sambutan positif dari pasar. Pada Juli 2026, game ini telah terjual lebih dari 5 juta kopi, menandai pencapaian signifikan bagi Krafton dan Unknown Worlds.
Setelah peluncuran, Ted Gill mengumumkan pengunduran dirinya secara sukarela, menutup bab konflik yang berlangsung panjang antara kedua pihak. Karyawan Unknown Worlds juga menerima bonus dari earnout yang telah dijanjikan, menegaskan keberhasilan finansial proyek ini.
Kinerja Kuartal Kedua Krafton
Krafton mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua yang mencatat pendapatan sebesar KRW 1,29 triliun dan laba operasional KRW 410,9 miliar, keduanya merupakan rekor tertinggi untuk periode tersebut. Keberhasilan Subnautica 2 bersama dengan pertumbuhan stabil dari IP PUBG menjadi faktor utama pendorong pencapaian ini.
Pendapatan dari platform PC juga mencatat rekor baru, melebihi KRW 500 miliar untuk pertama kalinya, dengan peningkatan pendapatan juga terjadi pada segmen konsol dan mobile.
Biaya dan Tantangan Finansial
Meskipun laba operasional mencatat rekor, Krafton melaporkan defisit laba bersih sebesar KRW 29,9 miliar. Hal ini disebabkan oleh biaya besar yang dikeluarkan untuk akuisisi mahal dan pembayaran earnout sebesar 250 juta dolar kepada Unknown Worlds.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat pendapatan tinggi, Krafton menghadapi tantangan besar dalam mengelola pengeluaran terkait pengembangan dan peluncuran Subnautica 2.
Kesimpulan
Kesuksesan Subnautica 2 menjadi sorotan utama dalam laporan kinerja kuartal kedua Krafton, sekaligus menandai berakhirnya konflik hukum yang cukup pelik. Game ini tidak hanya meraih pencapaian penjualan yang impresif namun juga menetapkan standar baru bagi perusahaan di tengah dinamika bisnis dan hukum yang kompleks.















Tinggalkan Balasan