Media Kampung – Activision resmi mengumumkan bahwa seri Call of Duty berikutnya adalah Modern Warfare 4, menjadi game pertama yang dipimpin oleh Infinity Ward dalam empat tahun terakhir. Pengumuman ini disampaikan di kantor Infinity Ward di hadapan media, menandai kembalinya studio yang dikenal dengan pendekatan uniknya terhadap game tembak-tembakan militer.
Modern Warfare 4 mengambil latar di Korea Utara dan Korea Selatan. Kampanye cerita mengikuti sebuah skuad marinir Korea Selatan yang berjuang setelah invasi Korea Utara ke Seoul, dengan satu anggota Amerika yang menyatu dalam tim. Studio heads Mark Grigsby dan Jack O’Hara menyebutkan bahwa mereka terinspirasi oleh budaya Korea, khususnya musik rap Korea yang juga hadir dalam trailer game.
Gameplay kampanye ini menampilkan narasi linear yang berbeda dari sekuel sebelumnya yang kurang mendapat sambutan, dengan fokus pada cerita yang kuat dan realistis. Infinity Ward menegaskan bahwa mereka tetap mengusung filosofi ‘ripped from the headlines’, yaitu menciptakan cerita yang terasa mungkin terjadi di dunia nyata tanpa mengklaim mengambil langsung dari berita aktual.
Tokoh ikonik Captain Price kembali muncul dalam Modern Warfare 4, melanjutkan kisahnya dari akhir Modern Warfare 3. Sementara itu, mode multiplayer kembali ke akar gameplay tradisional tanpa fitur seperti wall-jump atau omnidirectional movement, dengan peningkatan animasi dan audio yang membuat pengalaman bermain lebih intens.
Selain itu, Modern Warfare 4 juga menghadirkan sekuel dari mode DMZ, mode ekstraksi yang diperkenalkan di Modern Warfare 2 (2022). Mode ini dijelaskan sebagai ‘living combat sandbox’ dengan cuaca dinamis dan misi militer yang berubah-ubah di zona pertempuran.
Modern Warfare 4 dijadwalkan rilis pada 23 Oktober 2024, satu bulan sebelum peluncuran Grand Theft Auto 6, menandai persaingan besar dalam industri game tahun ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan