Media KampungPlayStation secara tiba-tiba menarik Destruction AllStars dari platform penjualannya dan menutup server online game tersebut. Pemilik game masih dapat menikmati mode arcade yang hanya melawan bot secara offline, namun fitur multiplayer online kini sudah tidak dapat diakses lagi.

Destruction AllStars diluncurkan pada 2021 sebagai salah satu game live-service di masa awal PS5, namun tidak mendapat sambutan hangat dari pemain. Penutupan server dan penghapusan game dari toko digital dilakukan secara bersamaan tanpa pemberitahuan panjang sebelumnya, membuat banyak pemain terkejut saat menerima notifikasi langsung dari PlayStation.

Game ini dikembangkan oleh Lucid Games, sebuah studio yang dibentuk oleh mantan pengembang Bizarre Creations dengan latar belakang membuat game balap kendaraan seperti Project Gotham Racing dan Blur. Destruction AllStars mengusung konsep pertempuran ala destruction derby dengan elemen permainan berjalan kaki, tetapi dianggap kurang menggugah minat pemain karena mekanisme on-foot yang dirasa kurang berarti dan gameplay yang cepat membosankan.

Meski sempat diberikan dua bulan langganan gratis bagi pelanggan PlayStation Plus, game ini tetap gagal meraih basis penggemar yang solid. Ulasan dari Media Kampung memberi nilai 6 dari 10, menilai bahwa meskipun ada keseruan saat bertabrakan kendaraan, keseluruhan pengalaman bermain kurang menarik dan dangkal untuk sebuah game pesta.

Penutupan Destruction AllStars ini terjadi di tengah kabar serupa dari Bungie yang juga mulai mengakhiri dukungan untuk Destiny 2, meskipun kedua kejadian itu tidak secara langsung terkait. Hal ini menandakan tantangan besar yang dihadapi PlayStation dalam mengelola game live-service, di mana hanya beberapa judul seperti Helldivers 2 dan Gran Turismo 7 yang berhasil mempertahankan kesuksesan.

Saat ini, akun media sosial resmi Destruction AllStars tidak aktif sejak 2022, menandakan minimnya komunikasi dari pihak pengembang dan penerbit sebelum keputusan penutupan ini diambil. Lucid Games sendiri belum merilis proyek game baru setelah Destruction AllStars, meski sempat berkontribusi pada judul lain seperti Sea of Thieves.

Penarikan game ini secara mendadak sekaligus menutup server online menjadi momen penting yang menunjukkan dinamika industri game live-service, khususnya pada platform PlayStation. Bagi para pemain yang masih memiliki game, pengalaman bermain kini terbatas pada mode offline saja tanpa opsi bertanding dengan pemain lain secara daring.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.