Media Kampung – Serial Assassin’s Creed terbaru yang akan tayang di Netflix mengambil latar Roma Kuno pada tahun 64 Masehi saat masa pemerintahan Kaisar Nero. Meskipun seri ini mendapat perhatian, banyak penggemar dan pengamat menganggap latar tersebut lebih cocok jika dihadirkan sebagai video game dibandingkan serial televisi.

Netflix mengumumkan bahwa serial Assassin’s Creed akan berfokus pada peristiwa besar dalam sejarah Roma, yaitu Kebakaran Besar Roma yang menghancurkan sebagian besar kota saat Nero memerintah. Serial ini akan menampilkan aktor seperti Sandra Guldberg-Kamp dan Youssef Kerkour, serta mengeksplorasi berbagai teori tentang keterlibatan Nero dalam kebakaran tersebut.

Namun, pengembangan serial ini menuai skeptisisme karena keterlibatan showrunner yang sebelumnya mengerjakan proyek-proyek yang kurang mendapat sambutan positif, seperti Westworld dan Halo. Meski begitu, latar sejarah Roma Kuno dianggap sangat potensial untuk diadaptasi dalam bentuk permainan video, mengingat sejarah dan budaya Romawi belum pernah dieksplorasi secara mendalam dalam seri game Assassin’s Creed.

Italia sudah menjadi lokasi penting dalam franchise ini, terutama pada era Renaissance yang terkenal melalui Assassin’s Creed II dan Brotherhood. Namun, latar Roma Kuno sendiri baru sedikit disentuh, hanya muncul sekilas dalam Assassin’s Creed Origins yang menampilkan Julius Caesar. Menjadikan masa pemerintahan Nero sebagai setting game akan menjadi kelanjutan yang menarik dari garis waktu tersebut.

Ubisoft, pengembang seri Assassin’s Creed, bisa memanfaatkan model skala kota Roma kuno yang terperinci untuk menciptakan dunia terbuka yang hidup dan realistis, menampilkan landmark yang hilang seperti Patung Kolosus dan Domus Aurea yang dibangun Nero setelah kebakaran besar. Ini akan memberikan pengalaman eksplorasi yang unik dan berbeda dibandingkan game sebelumnya.

Selain keindahan visual, cerita yang berlatar masa Nero menawarkan konflik moral yang kompleks antara dua faksi utama dalam dunia Assassin’s Creed: Hidden Ones dan Order of the Ancients. Dalam sejarah alternatif seri ini, kelompok tersebut merepresentasikan Assassins dan Templars dengan nama berbeda. Nero dan kekaisaran kemungkinan didukung oleh Order of the Ancients, sementara Hidden Ones mendukung kaum Kristen dan upaya restorasi Republik Roma.

Menariknya, karakter Nero bisa digambarkan tidak hanya sebagai tiran yang kejam, melainkan sosok yang kompleks dengan sisi baik seperti pengurangan pajak bagi rakyat miskin dan pelarangan hukuman mati. Game ini bisa menyajikan perjalanan Nero dari seorang penguasa yang bermaksud baik menjadi sosok yang paranoid dan brutal, menciptakan dilema moral bagi pemain yang berperan sebagai Hidden One.

Pengalaman bermain yang menantang pandangan dan nilai Assassins telah menjadi kekuatan utama seri ini, seperti terlihat pada Assassin’s Creed III dan Black Flag. Pengembangan game dengan latar Roma Kuno berpotensi menghadirkan narasi kuat yang membuat pemain mempertanyakan kebenaran dan keadilan dalam konflik yang mereka jalani.

Saat ini, Ubisoft tengah menghadapi tantangan dalam pengembangan game Assassin’s Creed terbaru, Hexe, dengan laporan adanya pergantian staf kreatif di tengah proses produksi. Hal ini menimbulkan keraguan tentang masa depan franchise game tersebut, sehingga adaptasi cerita Roma Kuno di Netflix bisa menjadi cara alternatif untuk menghidupkan kembali minat akan dunia Assassin’s Creed.

Walaupun serial Netflix diperkirakan tidak akan sepenuhnya memenuhi harapan penggemar, latar cerita yang diangkat sangat kaya akan potensi untuk medium video game. Dengan demikian, banyak yang berharap Ubisoft segera mengembangkan Assassin’s Creed dengan latar Roma Kuno yang penuh intrik dan sejarah dramatis.

Secara keseluruhan, pengumuman Assassin’s Creed yang mengambil latar Roma pada era Nero menunjukkan upaya untuk membawa franchise ini ke wilayah sejarah baru yang belum banyak tergarap. Namun, penggemar dan kritikus sepakat bahwa kisah ini akan lebih hidup dan menarik jika dihadirkan dalam bentuk permainan video, yang telah menjadi media utama Assassin’s Creed selama ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.