Media Kampung – Membuat game MMO (Massively Multiplayer Online) yang baru saat ini bukan perkara mudah, terutama tanpa dukungan ekspansi selama puluhan tahun. Jack Emmert, seorang veteran pengembang MMO yang kini kembali memimpin Cryptic Studios, menyatakan bahwa game MMO tidak harus menyediakan 200 jam konten unik pada saat peluncuran.

Pernyataan ini juga mengkritik tren di mana pengembang mencoba meluncurkan game dengan segudang fitur sekaligus tanpa mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan pemain. Emmert menilai strategi ini kurang efektif dan membuang-buang waktu serta sumber daya. Ia menyarankan agar game MMO diluncurkan dengan konten awal yang solid dan kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan komunitas pemain.

Contoh nyata dari tantangan ini dapat dilihat pada Final Fantasy 14, di mana meskipun memiliki konten seperti Variant Dungeon yang berkualitas, kurangnya hadiah yang memadai membuat pemain enggan kembali. Kadang-kadang, pengembang malah membuat konten yang terlalu sulit diakses sehingga hanya sedikit pemain yang dapat menikmatinya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan progresi konten lebih penting daripada jumlah konten unik yang disajikan di awal.

Emmert juga membagikan pandangannya bahwa keberhasilan game MMO yang ia kerjakan seperti City of Heroes dan Champions Online berasal dari pendekatan bertahap dan fokus pada komunitas. Meski City of Heroes telah ditutup secara resmi, komunitas penggemar bahkan berhasil mendapatkan izin untuk mengoperasikan server pengganti, bukti kuat loyalitas pemain pada game tersebut.

Selain itu, Emmert menyindir perusahaan besar seperti EA dan Microsoft yang menurutnya kurang memahami cara membuat game niche dengan cepat dan efisien. Ia percaya pendekatannya yang mengutamakan prototipe cepat dan pengelolaan biaya efektif menjadi kunci keberhasilan dalam industri game MMO yang kompetitif.

Intinya, Emmert mengajak pengembang untuk tidak tergesa-gesa menyajikan game MMO dengan konten berlebihan di peluncuran, melainkan fokus pada pembuatan progresi dan konten yang dapat dikembangkan secara live sesuai kebutuhan pemain. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dan berpotensi menciptakan komunitas pemain yang bertahan lama.

Strategi ini tampaknya menjadi kunci mempertahankan eksistensi game MMO di pasar yang semakin menantang, dengan memberikan update berkala yang terus menyegarkan pengalaman bermain tanpa harus menyediakan ratusan jam konten unik di awal peluncuran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.