Media Kampung – Tim Cain, pengembang utama game Fallout, menyatakan bahwa krisis yang sedang melanda industri game saat ini belum mencapai skala kehancuran seperti yang terjadi pada tahun 1983. Meski mengakui kondisi saat ini buruk dengan banyaknya PHK dan penutupan studio, Cain meyakini bahwa dampaknya belum separah krisis industri game di era 1980-an itu.
Dalam sebuah video terbaru di kanal YouTube pribadinya, Cain mengenang masa-masa runtuhnya industri game pada 1983 yang sangat memukul para pengembang, khususnya di Amerika Serikat. Ia menyebutkan bahwa sekitar 10 persen pengembang saat ini terdampak krisis, yang tetap dianggap sebagai masalah serius. Namun, dibandingkan dengan kehancuran tahun 1983, ia menilai situasinya masih jauh lebih ringan.
Cain yang memulai kariernya di industri game pada pertengahan 1980-an mengaku sempat relatif terlindungi dari dampak langsung crash tersebut. Ia meluncurkan game PC pertamanya pada 1986 sebelum perusahaan tempatnya bekerja tutup. Setelah itu, Cain sempat vakum dari industri game hingga kembali aktif pada 1991.
Ia menggambarkan kondisi tahun 1983 sebagai masa di mana pengembang game di Amerika Serikat, khususnya yang berkecimpung dalam game konsol, kehilangan pekerjaan secara besar-besaran. Lowongan kerja nyaris tidak ada, dan banyak dari mereka yang akhirnya meninggalkan industri game selamanya. Pemulihan industri di sektor PC memakan waktu sekitar satu dekade, sementara pasar pengembang konsol di AS baru mulai bangkit kembali setelah itu.
Meski Cain memberikan perspektif bahwa krisis saat ini belum menyamai dampak 1983, ia tetap mengakui situasi sekarang sangat menantang. Berbeda dengan masa lalu, saat ini industri game lebih global dan beragam sehingga konsumen tetap dapat menikmati berbagai game meski beberapa studio tutup atau layanan game dihentikan.
Namun, beberapa pegiat industri lain yang juga mengalami krisis 1983 memiliki pandangan berbeda. John dan Brenda Romero menilai krisis sekarang justru lebih parah dan mengkhawatirkan dibandingkan masa lalu. Kondisi ini menimbulkan perdebatan mengenai seberapa dalam dampak krisis saat ini terhadap masa depan industri game.
Situasi terkini mengingatkan pada sejumlah dinamika yang mirip dengan era 1980-an, seperti melimpahnya jumlah game di pasar, devaluasi nilai game akibat model langganan dan diskon terus-menerus, serta pergeseran perilaku konsumen yang cenderung menunggu harga turun sebelum membeli. Meski begitu, industri game terus berjalan dengan inovasi dan penawaran baru yang tetap menarik perhatian penggemar di seluruh dunia.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa meskipun krisis dapat mengganggu, industri game memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi seiring waktu. Pandangan Tim Cain memberikan gambaran historis yang penting untuk memahami dinamika sekarang dan masa depan industri hiburan digital yang terus berkembang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan