Media Kampung, Jambi – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mengalami penurunan untuk periode 21-27 Agustus 2026. Harga untuk kelompok umur tanaman 10-20 tahun turun sebesar Rp12,91 per kilogram menjadi Rp3.866,47 per kilogram dari periode sebelumnya yang sebesar Rp3.879,38 per kilogram.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman

Penetapan harga TBS ini dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi yang mengacu pada data harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan minyak inti sawit (kernel) dari perusahaan kelapa sawit di wilayah Jambi. Berikut rincian harga TBS sawit berdasarkan usia tanaman untuk periode 21-27 Agustus 2026:

Baca juga:
  • Umur 3 tahun: Rp3.203,12 per kg
  • Umur 4 tahun: Rp3.385,74 per kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.465,78 per kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.560,26 per kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.642,78 per kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.698,94 per kg
  • Umur 9 tahun: Rp3.783,39 per kg
  • Umur 10-20 tahun: Rp3.866,47 per kg
  • Umur 21 tahun: Rp3.805,57 per kg
  • Umur 22 tahun: Rp3.715,91 per kg
  • Umur 23 tahun: Rp3.678,97 per kg
  • Umur 24 tahun: Rp3.641,49 per kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.599,13 per kg

Faktor Penetapan Harga

Dalam penetapan harga periode ini, harga rata-rata CPO ditetapkan sebesar Rp15.411,98 per kilogram, sedangkan minyak inti sawit berada pada level Rp12.484,26 per kilogram. Nilai cangkang ditetapkan sebesar Rp21,52 per kilogram dengan indeks K mencapai 93,54 persen. Harga TBS sawit ini disesuaikan berdasarkan fluktuasi harga minyak sawit dan komponen lainnya.

Baca juga:

Konsekuensi bagi Petani dan Industri Sawit

Penurunan harga TBS sawit meskipun relatif kecil dapat berdampak pada pendapatan petani kelapa sawit di Jambi. Perubahan harga ini perlu menjadi perhatian untuk pengelolaan produksi dan strategi pemasaran agar tetap menjaga kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri sawit di wilayah tersebut.

Baca juga:

Harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menjadi acuan resmi, namun harga transaksi di lapangan dapat bervariasi tergantung kondisi pasar dan negosiasi antara petani dengan pihak pembeli.