Media Kampung – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hanya dalam tujuh hari kerja sejak pendataan lapangan dimulai pada 15 Juni 2026, realisasi pendataan telah melampaui target yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional. Hingga Selasa, 23 Juni 2026, capaian pendataan mencapai 9,86 persen, melampaui target nasional sebesar 7,5 persen pada periode yang sama.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras ribuan petugas sensus yang tersebar di seluruh wilayah. BPS Sumenep mengerahkan 1.354 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan 182 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) untuk menjangkau 27 kecamatan, 334 desa dan kelurahan, serta 6.532 satuan lingkungan setempat (SLS).

Target dan Cakupan Pendataan

BPS menargetkan pendataan terhadap 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha selama pelaksanaan sensus. Kegiatan pendataan secara door to door dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Handoyo berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir pelaksanaan sensus.

Dukungan Masyarakat Kunci Sukses

Menurut Handoyo, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan pengumpulan data ekonomi yang berkualitas. “Alhamdulillah, sejak Senin pagi capaian pendataan sudah melampaui target nasional. Kami berharap masyarakat terus mendukung pelaksanaan sensus agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik,” ujarnya pada Rabu, 24 Juni 2026.

Dengan capaian awal yang melampaui target, Sensus Ekonomi 2026 di Sumenep optimistis dapat menyelesaikan pendataan tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat untuk perencanaan pembangunan ekonomi daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.