Media Kampung – Kediri – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip go green dan lebih cermat dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Imbauan ini disampaikan Kepala Perwakilan OJK Kediri, Ismirani Saputri, pada Kamis, 18 Juni 2026, sebagai respons terhadap fluktuasi harga BBM yang dipengaruhi faktor eksternal dan internal.

Ismirani menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, terutama dalam penggunaan BBM, karena kenaikan harga energi dapat berdampak luas pada mobilitas dan sektor lainnya. “Di tengah kondisi tak menentu yang dipicu gejolak global, sudah sepantasnya kita melakukan pengelolaan keuangan, terutama dalam penggunaan BBM,” ujarnya.

Untuk mewujudkan gaya hidup hemat energi, Ismirani menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas berkendara yang tidak mendesak. Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mendorong work from home (WFH) setiap Jumat sebagai langkah efektif menekan konsumsi BBM tanpa mengurangi kinerja pegawai. “Kami percaya kebijakan tersebut dinilai efektif dalam menekan mobilitas yang tidak perlu,” tambahnya.

Selain itu, OJK Kediri mengajak masyarakat beralih ke transportasi alternatif seperti berjalan kaki untuk jarak dekat, menggunakan becak, atau memanfaatkan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan. Gerakan go green ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian listrik dan BBM secara berlebihan. Di internal OJK sendiri, setiap Jumat juga diberlakukan WFH dengan tetap mengutamakan pelayanan publik.

Dari sisi konsumen, Ketua Yayasan Perlindungan Lembaga Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Said Sutomo, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter tidak boleh merusak asas perlindungan konsumen. Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut mendorong migrasi konsumsi ke Pertalite yang masih disubsidi pemerintah seharga Rp10.000 per liter. “Ketentuan harga BBM itu karena adanya subsidi pemerintah,” kata Said.

OJK Kediri berharap masyarakat dapat mulai menyesuaikan pola pengeluaran dan aktivitas sehari-hari agar lebih efisien. Dengan disiplin mengatur keuangan di tengah dinamika ekonomi, diharapkan dampak gejolak global dapat diminimalkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.