Media Kampung – Pedagang bumbu dapur di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, mengalami penurunan omzet hingga lebih dari 50 persen akibat kenaikan harga sejumlah komoditas. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Enur, salah seorang pedagang bumbu dapur dan sayuran, mengungkapkan bahwa harga bawang merah, bawang putih, dan beberapa jenis sayuran terus meroket, sementara jumlah pembeli justru berkurang.

“Harga barang sekarang pada naik, yang beli malah berkurang. Yang naik seperti bawang merah, cabai, dan kol. Keluhannya barang naik tapi pembeli sepi. Sekarang lebih banyak ngobrol dibandingkan melayani pembeli,” kata Enur, Rabu (17/6/2026).

Kenaikan harga bawang merah menjadi yang paling signifikan, dari sebelumnya Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang putih naik dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp38 ribu per kilogram. Kenaikan ini memukul para pedagang yang mengandalkan penjualan bumbu dapur sebagai sumber pendapatan utama.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh pembeli. Wawat, seorang pembeli di pasar yang sama, mengaku keberatan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, pendapatan keluarganya tidak sebanding dengan kenaikan harga. “Harga semuanya naik. Kami keberatan karena mencari uang sekarang susah, sementara harga barang terus naik. Sulit bagi warga kecil seperti kami. Harapannya harga bisa lebih murah agar seimbang dengan penghasilan,” ujarnya.

Untuk bertahan, Wawat terpaksa mengurangi jumlah barang yang dibeli. “Saya biasanya beli bawang satu kilogram, tapi karena harganya naik sekarang paling beli seperempat kilogram,” katanya.

Para pedagang berharap harga kembali stabil agar omzet bisa pulih. “Omzet penjualan turun lebih dari 50 persen. Harapannya harga bisa kembali stabil seperti dulu agar pembeli juga kembali normal,” ungkap Enur.

Kenaikan harga bumbu dapur ini menjadi tantangan bagi perekonomian daerah, terutama bagi pedagang kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah di Pandeglang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.