Media Kampung – World Giving Report (WGR) 2026 mencatat bahwa tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia melampaui rata-rata global. Studi yang dirilis oleh Charity Aid Foundation (CAF) ini menunjukkan rata-rata donasi Indonesia mencapai 1,55 persen dari pendapatan, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 1,04 persen. Indonesia juga unggul dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.
WGR 2026 mengungkapkan bahwa 90 persen warga Indonesia terlibat dalam setidaknya satu bentuk aktivitas memberi. Capaian ini dinilai sangat membanggakan oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI). Ketua Dewan Penasehat PFI, Franky Welirang, menekankan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama filantropi nasional.
Meski demikian, Franky mengingatkan pentingnya menjaga transparansi untuk meningkatkan kepercayaan publik. Ia merujuk pada kasus penyalahgunaan dana sosial beberapa tahun terakhir yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat. Franky mendorong adanya audit independen bagi lembaga filantropi dan mekanisme sanksi untuk pelanggaran kode etik.
Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyebut WGR sebagai rujukan penting untuk membaca tren perilaku memberi di dunia. Namun, ia menegaskan bahwa modal sosial yang besar harus ditopang dengan tata kelola yang kuat agar menghasilkan dampak berkelanjutan.
Secara global, tujuan keagamaan menjadi pilihan donasi paling populer dengan 31 persen responden, diikuti donasi untuk anak, remaja, dan pengentasan kemiskinan sebesar 29 persen. WGR 2026 mencatat 61 persen warga dunia berdonasi dalam setahun terakhir, menurun dari 64 persen tahun sebelumnya. Afrika menjadi kawasan paling dermawan dengan rata-rata donasi 1,6 persen pendapatan, sementara Eropa hanya 0,6 persen. Nigeria tercatat sebagai negara paling dermawan dengan rata-rata donasi 2,8 persen.
Survei WGR 2026 melibatkan lebih dari 60 ribu responden di 105 negara. Di Indonesia, kajian dilakukan bekerja sama dengan PFI. Meskipun Indonesia sebelumnya tujuh tahun beruntun memimpin World Giving Index, dalam WGR 2026 Indonesia menempati peringkat ke-21 dunia. Laporan tersebut menilai posisi Indonesia sangat strategis dalam filantropi global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan