Media Kampung – Komunitas Tanoker Ledokombo, Jember, terus mematangkan persiapan Festival Egrang ke-14 yang dijadwalkan pada 1 Agustus 2026. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian permainan tradisional, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga di Kecamatan Ledokombo.
Hal itu mengemuka dalam dialog di RRI Jember, Senin 8 Juni 2026, yang menghadirkan Pembina Tanoker Ledokombo, Suporahardjo, dan Ketua Panitia Festival Egrang ke-14, Nurhadi. Suporahardjo mengatakan, perjalanan festival hingga ke-14 membuktikan konsistensi masyarakat dalam menjaga ruang tumbuh aman bagi anak dan keluarga.
Menurutnya, permainan egrang mengajarkan konsentrasi, keseimbangan, dan keberanian untuk melangkah lebih tinggi. Nilai-nilai itu penting membentuk generasi tangguh yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Ia menambahkan, Tanoker telah mengubah citra Ledokombo menjadi desa wisata ramah anak dan laboratorium sosial yang dikenal hingga nasional dan internasional.
Ketua Panitia Nurhadi menjelaskan, festival tahun ini menghadirkan inovasi berupa penggabungan seni pertunjukan egrang dengan pesan pelestarian lingkungan. Panitia menargetkan lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah. “Kami ingin memperluas dampak sosial dan ekonomi festival, maka keterlibatan komunitas, sekolah, dan jejaring budaya dari luar daerah terus kami dorong,” katanya.
Festival akan menampilkan Karnaval Egrang Tematik dengan kostum kreatif, termasuk yang memanfaatkan bahan daur ulang. Selain itu, Pasar Lumpur Tanoker disiapkan sebagai ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal, menawarkan produk kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga kopi khas lereng Gunung Raung.
Nurhadi berharap festival mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jember. Menurutnya, Festival Egrang telah terbukti menjadi instrumen efektif memperkuat pariwisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Festival Egrang bukan hanya milik Tanoker, tetapi milik seluruh masyarakat Jember. Ini adalah ruang bersama untuk menunjukkan bahwa gerakan berbasis swadaya masyarakat mampu menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui Festival Egrang ke-14, Tanoker berharap nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




