Media KampungEkspor nonmigas Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada triwulan pertama tahun 2026, memicu optimisme Menteri Perdagangan Budi Santoso terhadap perkembangan perdagangan nasional. Meskipun menghadapi tekanan ekonomi global, kinerja sektor perdagangan tetap menunjukkan tren menggembirakan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor nonmigas pada Januari hingga Maret 2026 naik sebesar 0,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menjadi indikasi bahwa Indonesia masih mampu mempertahankan laju ekspor meski kondisi ekonomi dunia tidak sepenuhnya kondusif.

Mendag Budi Santoso menegaskan, pemerintah gencar menjalankan berbagai program prioritas guna mendorong pengembangan ekonomi di tingkat daerah sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik. Salah satu langkah strategis adalah pengamanan pasar dalam negeri untuk menahan laju produk impor dan meningkatkan daya saing barang buatan dalam negeri.

“Kami ingin pasar nasional yang besar ini diisi oleh produk lokal yang berdaya saing tinggi. Bila produk dalam negeri sudah berkualitas, kebutuhan impor bisa ditekan,” ujar Budi dalam pernyataannya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Selain itu, Kemendag memanfaatkan instrumen perdagangan seperti antidumping dan safeguard untuk melindungi pasar dalam negeri dari praktik persaingan tidak sehat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar dan mendukung keberlangsungan usaha lokal.

Pemerintah juga aktif memperluas akses pasar ekspor melalui kerja sama dagang dengan berbagai negara. Beberapa perjanjian perdagangan internasional kini tengah dalam tahap implementasi, ratifikasi, maupun negosiasi, yang akan membuka peluang ekspor lebih luas bagi produk Indonesia.

Dalam rangka mempermudah pelaku usaha menembus pasar global, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri diberdayakan untuk membantu promosi produk nasional. Pendampingan ini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mereka bisa menjadi eksportir baru.

Program pendampingan ekspor untuk UMKM menunjukkan hasil positif dengan nilai transaksi yang terus meningkat. Pemerintah juga memetakan ribuan desa berpotensi ekspor untuk dikembangkan ekosistem usahanya secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran produk.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, asosiasi usaha, dan ritel modern juga digalakkan guna memperkuat pengembangan wirausaha muda dan memperluas jaringan pemasaran produk lokal ke pasar nasional maupun internasional.

Event Trade Expo Indonesia kembali dimanfaatkan sebagai platform untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia kepada pembeli dari berbagai negara. Selain itu, program promosi kuliner dan rempah-rempah juga dioptimalkan untuk menembus pasar global dan meningkatkan nilai ekspor.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso optimis bahwa perdagangan nasional akan terus tumbuh positif sepanjang tahun 2026, memberikan kontribusi penting bagi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global.

Upaya memperkuat produk lokal, memperluas akses pasar ekspor, dan mendukung UMKM menjadi kunci pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan perdagangan nasional menuju masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.