Media Kampung – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Data Bloomberg mencatat rupiah turun sebesar 0,28 persen atau 49 poin, sehingga ditutup pada posisi Rp17.716 per dolar AS.
Analis Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa ketidakpastian terkait prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta keputusan Iran untuk memungut biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah. Kondisi ini membuat harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi.
Kenaikan harga minyak global berimplikasi luas terhadap inflasi dan memberi tekanan pada kebijakan bank sentral di berbagai negara. Ibrahim menambahkan, bank sentral utama kemungkinan besar akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, termasuk Federal Reserve AS yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin sebelum akhir tahun.
Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed dianggap belum mampu menurunkan tekanan suku bunga di Amerika Serikat. Di dalam negeri, pidato Presiden Prabowo di DPR juga mendapat sorotan internasional. Ibrahim memperkirakan lembaga pemeringkat internasional S&P Global kemungkinan akan menurunkan peringkat utang Indonesia karena tekanan fiskal yang diprediksi melebar hingga 3 persen.
Selain itu, target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 yang dipatok antara 5,8 hingga 6,5 persen dinilai terlalu ambisius oleh lembaga pemeringkat tersebut. Upaya pemerintah melakukan intervensi dengan menjual surat berharga belum mampu menguatkan nilai rupiah secara signifikan. Malahan, arus keluar modal asing dari pasar saham semakin deras sehingga memberikan tekanan tambahan pada rupiah.
Situasi ini menggambarkan tantangan ganda yang dihadapi rupiah akibat faktor eksternal dan domestik. Ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak global bersamaan dengan kondisi fiskal dalam negeri yang mendapat perhatian lembaga pemeringkat internasional membuat rupiah terus tertekan di pasar valuta asing.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




