Media Kampung – Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi utang luar negeri Indonesia mencapai US$433,4 miliar pada akhir Maret 2026, meningkat dari US$431,7 miliar pada akhir tahun 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 0,8 persen, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,9 persen pada kuartal IV-2025.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa meskipun nilai utang mengalami kenaikan, rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru menurun menjadi 29,5 persen dari 30 persen pada akhir 2025. Hal ini menunjukkan pengelolaan utang yang tetap terkendali.
Struktur utang luar negeri Indonesia masih didominasi oleh utang jangka panjang yang mencapai 85,4 persen dari total utang. Utang pemerintah menjadi komponen terbesar dengan nilai mencapai US$214,7 miliar dan tumbuh 3,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh masuknya modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Denny menambahkan bahwa utang pemerintah digunakan untuk membiayai sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan, konstruksi, transportasi, serta pergudangan. Bank Indonesia menegaskan pengelolaan utang pemerintah dilakukan secara hati-hati, terukur, dan akuntabel untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Sementara itu, utang luar negeri swasta tercatat mengalami penurunan menjadi US$191,4 miliar pada kuartal I-2026 dibandingkan US$194,2 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini terjadi pada lembaga keuangan dan perusahaan nonkeuangan, meski sektor industri pengolahan, jasa keuangan, energi, dan pertambangan tetap menjadi penyumbang utama utang swasta.
Bank Indonesia memastikan koordinasi yang erat dengan pemerintah terus dijalankan untuk menjaga struktur utang tetap sehat dan terkendali. Pengawasan ini bertujuan agar utang luar negeri dapat terus mendukung pembiayaan pembangunan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional, menjaga kepercayaan investor, dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan