Media KampungBadan Bank Tanah (BBT) menetapkan target pengelolaan hak pengelolaan lahan (HPL) mencapai 70.257,41 hektare pada akhir tahun 2026. Sampai dengan 30 April 2026, realisasi pengelolaan lahan sudah mencapai 35.011,75 hektare, atau sekitar 49,84 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.

Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah BBT, Perdananto Aribowo, menjelaskan bahwa pengelolaan lahan oleh BBT menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada 2025, laju pertumbuhan pengelolaan lahan melambat menjadi sekitar 5 persen namun tetap berlanjut.

Dengan target penambahan pengelolaan lahan sebesar 35.451 hektare, BBT berharap total pengelolaan lahan yang dikelola mencapai lebih dari 70 ribu hektare pada akhir tahun 2026. Pengelolaan lahan ini diarahkan untuk mendukung berbagai program nasional, seperti reforma agraria, investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Data resmi BBT menunjukkan bahwa luas HPL yang dikelola terus mengalami kenaikan sejak tahun 2022. Pada tahun tersebut, pengelolaan lahan tercatat seluas 10.960,48 hektare, kemudian meningkat menjadi 18.479,39 hektare pada 2023. Tahun 2024 menunjukkan lonjakan menjadi 33.155,59 hektare, sementara pada 2025 tercatat mencapai 34.806,41 hektare.

Perkembangan terbaru sampai April 2026 mencatat kenaikan pengelolaan lahan menjadi 35.011,75 hektare. Perdananto menegaskan bahwa pengelolaan tersebut mendukung berbagai program strategis pemerintah dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan tanah secara optimal untuk kepentingan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.