Media Kampung – GP Ansor Bireuen mengumumkan bahwa seluas 85 hektare lahan pertanian di Desa Pulo Siron telah kembali ditanami, menandai langkah penting dalam pemulihan ekonomi petani setelah banjir melanda wilayah tersebut.

Lahan seluas 85 hektare ini terletak di bagian utara Kabupaten Bireuen, Aceh, dan sempat terendam air selama tiga minggu pada musim hujan 2023, mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur irigasi serta menurunkan produktivitas padi.

Tim GP Ansor bersama Dinas Pertanian setempat melaksanakan penanaman kembali pada awal Februari 2024, dengan menggunakan bibit unggul varietas MR219 yang tahan genangan air, serta memberikan pupuk dasar dan bantuan pertanian kepada petani yang terdampak.

“Kami berharap dengan penanaman kembali Sawah Pulo Siron, petani dapat segera memulihkan pendapatan dan mengurangi beban ekonomi pascabangkit,” ujar Ketua GP Ansor Bireuen, KH. Abdullah Saifullah dalam konferensi pers di kantor GP Ansor setempat.

Kepala Desa Pulo Siron, H. Ahmad Zainal menambahkan, “Dukungan dari GP Ansor dan pemerintah daerah sangat membantu, karena selain bibit kami juga mendapatkan pelatihan teknik penanaman yang lebih efisien.”

Upaya penanaman kembali ini selaras dengan program Pemulihan Pasca Bencana (PPB) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh, yang menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 15 persen pada tahun 2025 untuk menggantikan hilangnya hasil panen tahun sebelumnya.

Dengan kembali aktifnya 85 hektare sawah, pasar tradisional Bireuen diperkirakan akan menerima pasokan padi yang lebih stabil, sehingga harga beras dapat ditekan dan konsumen lokal mendapatkan manfaat langsung.

Hingga akhir April 2024, proses pertumbuhan bibit menunjukkan kondisi optimal, dan tim agronomi berencana melakukan pemupukan susulan pada bulan Mei serta memonitor serangan hama secara berkala untuk memastikan hasil panen yang maksimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.