Media Kampung – Stok beras Bulog Nasional telah menembus angka 5 juta ton pada Kamis, 23 April 2026, menandai rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan pangan negara. Pencapaian ini sekaligus menegaskan peran strategis Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

Capaian nasional tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara kantor pusat Bulog dan jaringan cabang di seluruh provinsi, yang secara bersamaan melakukan penyerapan hasil panen petani, penguatan stok pemerintah, serta optimalisasi logistik distribusi.

Di tingkat daerah, Kantor Cabang Bulog Bondowoso mencatat stok beras mencapai 54.122 ton, mendekati target pengadaan sebesar 65.665 ton yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Angka tersebut menjadikan Bondowoso sebagai wilayah dengan stok beras tertinggi sepanjang masa, sekaligus kontribusi signifikan dalam pencapaian target nasional 5 juta ton.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, dukungan petani, mitra kerja, serta sinergi bersama pemerintah daerah,” ujar Eko Yudi Miranto, Kepala Cabang Bulog Bondowoso, pada hari yang sama.

Miranto menambahkan bahwa Bulog Bondowoso akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras, serta menjaga kualitas persediaan untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, Bulog nasional mengelola lebih dari 5 juta ton beras, yang mencakup stok strategis, cadangan darurat, dan persediaan untuk program subsidi beras kepada rumah tangga miskin.

Peningkatan stok ini terjadi bersamaan dengan peningkatan produksi padi nasional yang diperkirakan mencapai 38 juta ton pada musim tanam 2025/2026, berkat penerapan varietas unggul dan dukungan subsidi pupuk.

Kebijakan pemerintah yang menekankan pada penyerapan hasil panen lokal telah membantu mengurangi fluktuasi harga beras di pasar tradisional, terutama di wilayah Jawa Timur.

Bondowoso, yang terletak di Kabupaten Jember, memanfaatkan jaringan irigasi baru dan program penyuluhan pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani lokal, sehingga memperkuat aliran gabah ke Bulog.

Data Bulog menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2026, tingkat penyerapan gabah di Bondowoso meningkat sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan stok yang melimpah, Bulog dapat merespons potensi krisis pasokan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem atau gangguan logistik, menjaga kestabilan harga beras nasional.

Pemerintah Kementerian Pertanian menegaskan bahwa target stok strategis jangka menengah tetap pada level 5,5 juta ton, dan pencapaian 5 juta ton pada 2026 menjadi landasan untuk mencapai target tersebut.

Ke depan, Bulog Cabang Bondowoso berkomitmen untuk memperluas kerja sama dengan petani, meningkatkan kapasitas penyimpanan, dan memastikan distribusi beras yang tepat waktu kepada konsumen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.