Media Kampung – Gerakan PC GP Ansor di Bawean meluncurkan program “Ansor Bertani” sebagai upaya utama mengelola lahan produktif dan menumbuhkan pertanian berkelanjutan di wilayah pulau tersebut. Inisiatif ini menargetkan peningkatan hasil pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan setempat.

Program “Ansor Bertani” resmi diumumkan pada 12 April 2024 dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh tokoh agama, petani, serta perwakilan pemerintah Kabupaten Gresik. Acara tersebut berlangsung di Balai Desa Sumenep, Bawean, dan menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pertanian yang modern.

Ketua PC GP Ansor Bawean, KH. Ahmad Syarifuddin, menegaskan, “Dengan Ansur Bertani kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas tanpa merusak tanah, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.” Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pertanian dan nilai-nilai keagamaan.

Konsep pertanian berkelanjutan yang diusung mencakup rotasi tanaman, pengelolaan air irigasi berbasis sensor, serta pemanfaatan limbah pertanian sebagai kompos. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada pestisida kimia dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Selama fase awal, tim teknis dari Dinas Pertanian Gresik menyediakan bibit unggul varietas padi dan jagung yang telah terbukti tahan terhadap hama lokal. Selain itu, petani juga diberikan akses ke alat pertanian ringan, seperti alat semprot berbasis tenaga surya.

Program ini juga menggandeng lembaga keuangan mikro untuk menawarkan kredit bersubsidi dengan bunga rendah bagi petani yang berpartisipasi. Skema pembiayaan tersebut dirancang agar petani dapat berinvestasi pada peralatan dan input pertanian tanpa beban finansial yang berat.

Untuk memantau progres, dibentuk tim monitoring yang melakukan survei bulanan terhadap produktivitas lahan, kualitas tanah, serta pendapatan petani. Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan rata‑rata hasil panen padi sebesar 12 % dibandingkan musim sebelumnya.

Dalam konteks regional, Bawean selama ini dikenal dengan tantangan keterbatasan lahan dan akses pasar yang sempit. Dengan adanya “Ansor Bertani”, diharapkan pulau ini dapat menjadi contoh sukses pengembangan pertanian yang ramah lingkungan di wilayah pesisir.

Pemerintah Kabupaten Gresik berjanji akan memperluas jaringan pasar melalui kerjasama dengan supermarket dan restoran di Surabaya, sehingga produk pertanian Bawean dapat dipasarkan lebih luas. Langkah ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program ini juga menyiapkan modul edukasi bagi generasi muda, khususnya siswa SMA di Bawean, agar mereka terlibat dalam kegiatan pertanian modern. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menjamin keberlanjutan praktik pertanian yang inovatif.

Hingga akhir April 2024, seluruh tahapan persiapan telah selesai, dan 180 hektar lahan sudah memasuki fase implementasi penuh. Tim Ansor Bertani melaporkan kondisi lapangan yang positif dan menegaskan komitmen untuk melanjutkan program hingga akhir tahun depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.