Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalokasikan anggaran Rp1,6 miliar untuk pembangunan kembali jembatan yang ambruk di Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang. Dana tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan diharapkan dapat memulihkan aksesibilitas warga yang terputus sejak Februari lalu.
Dari total anggaran, Rp1,5 miliar digunakan untuk pengerjaan fisik, sementara Rp100 juta sisanya untuk jasa konsultan perencanaan dan pengawasan. Pembagian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melibatkan tenaga ahli demi memastikan kualitas proyek.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang, Aang Djunaidi, menyampaikan bahwa proyek saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya menargetkan proses lelang dimulai pada Juli 2026 dengan masa pengerjaan 120 hari kalender, sehingga jembatan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
“Kami berupaya agar pelaksanaan ini berjalan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Aang, Selasa (30/7/2026). Ia menambahkan, tahap perencanaan baru dimulai karena masih dalam pembahasan dan kajian kebutuhan penanggulangan bencana.
Penggunaan dana BTT untuk proyek infrastruktur ini memerlukan tata kelola yang baik agar tujuan rehabilitasi bencana tercapai secara optimal. Dengan rampungnya jembatan, diharapkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Desa Karang Penang Oloh dapat kembali normal.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan