Media Kampung – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak harus dimulai dari skala besar. Menurut Dr. Heni Masruroh, M.Sc., dosen Geografi Universitas Negeri Malang, ketangguhan menghadapi bencana justru dimulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikannya dalam Program Talkshow Tanggap Bencana yang berlangsung pada Rabu, 26 Juni 2026.

Langkah pertama yang harus dilakukan setiap keluarga adalah mengenali ancaman bencana yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Yang paling penting adalah mengetahui dulu ancaman bencana apa yang ada di sekitar kita dan bagaimana cara mitigasinya,” ujar Dr. Heni. Ia mencontohkan, apabila suatu wilayah memiliki potensi banjir, maka keluarga perlu memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Beberapa langkah mitigasi yang direkomendasikan antara lain menyimpan dokumen penting di tempat aman, menyiapkan tas siaga bencana, hingga memastikan obat-obatan penting mudah diakses saat kondisi darurat. “Jangan menyimpan barang-barang penting di bawah. Semua barang yang penting bisa dimasukkan ke tas siaga darurat sebagai bagian dari kesiapsiagaan keluarga,” tambahnya.

Selain memahami potensi ancaman, masyarakat juga perlu belajar dari pengalaman bencana yang pernah terjadi sebelumnya. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah antisipasi yang lebih baik di masa mendatang.

Melalui edukasi kebencanaan yang dimulai dari keluarga, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk merespons situasi darurat dengan lebih cepat dan tepat, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Talkshow ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga terkait, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah masing-masing.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.