Media Kampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 175 gempa bumi mengguncang Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 19-25 Juni 2026. Aktivitas seismik ini didominasi gempa dangkal akibat pergerakan lempeng tektonik dan sesar lokal.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengungkapkan magnitudo gempa bervariasi dari M 1,2 hingga M 4,2. Sebanyak 143 gempa tergolong dangkal, sementara 32 gempa berkedalaman menengah. Tidak ada gempa dalam yang tercatat.
Menurut Ricko, aktivitas kegempaan di Jawa Timur dipengaruhi oleh zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, serta patahan lokal. Puncak aktivitas terjadi pada 22 Juni dengan 30 kejadian, sedangkan terendah pada 23 Juni dengan 21 kejadian.
Meski frekuensi tinggi, BMKG memastikan tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat. Ricko mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi tidak bertanggung jawab. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG untuk perkembangan terkini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan