Media Kampung – Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kesenian Jantung Teater (Janter) Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) sukses menggelar Pentas Karya ke-44 bertajuk He(a)ll di Lantai 5 Gedung Pascasarjana FH UNEJ pada akhir pekan lalu. Acara tahunan ini merupakan puncak dari Orientasi Dasar Seni (ODS) anggota baru Angkatan 44, yang seluruh anggotanya adalah perempuan.
Tema He(a)ll dipilih untuk menggambarkan perjalanan manusia dalam menghadapi luka batin, trauma, dan konflik internal. Pengurus UKMF Kesenian Jantung Teater periode 2026, Elsa yang akrab disapa Songket, menjelaskan bahwa He(a)ll lahir dari kata healing namun di dalamnya juga terdapat kata hell yang berarti neraka. “Tema ini menggambarkan bahwa proses penyembuhan tidak selalu berjalan mudah. Sering kali seseorang harus melewati fase-fase sulit dalam hidupnya sebelum akhirnya mampu berdamai dengan dirinya sendiri,” ujarnya, 27 Juni 2026.
Ketua Umum UKMF Kesenian Jantung Teater periode 2026, Salsabila atau Dipan, menambahkan bahwa Pentas Karya merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anggota baru. “Anggota baru belajar menciptakan karya, bekerja dalam tim, hingga menyelenggarakan sebuah pertunjukan dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan,” kata Dipan. Keterlibatan anggota baru sebagai penampil sekaligus panitia bertujuan membangun kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.
Berbagai karya ditampilkan dalam Pentas Karya ke-44, mulai dari pertunjukan teater, pembacaan puisi, tari modern, tari tradisional, pemutaran film, hingga pameran karya seni rupa. Seluruh karya dikemas sesuai tema He(a)ll dan menjadi ruang ekspresi bagi anggota untuk menyampaikan gagasan, perasaan, serta refleksi mereka melalui seni.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan selama persiapan dan pelaksanaan, koordinasi dan kolaborasi antara anggota baru, anggota aktif, serta pengurus Jantung Teater mampu mengatasi kendala tersebut. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari penonton. Melalui Pentas Karya ke-44, UKMF Kesenian Jantung Teater FH UNEJ berharap dapat terus menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan seni bagi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, kritis, dan berbudaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan