Media KampungInternational Center of Photography (ICP) di New York resmi membuka pameran bertajuk Yves Saint Laurent and Photography pada 16 Juni 2026. Pameran ini mengajak pengunjung menelusuri warisan Yves Saint Laurent lewat lensa fotografi, menampilkan hubungan erat antara sang desainer dengan para fotografer legendaris yang membentuk identitas visual rumah mode Prancis tersebut.

Salah satu ikon yang disorot adalah foto Helmut Newton tahun 1975 yang mengabadikan model Vibeke Knudsen mengenakan setelan Le Smoking di jalanan Paris. Gambar hitam-putih itu menangkap perpaduan androgini provokatif dan elegan yang menjadi ciri khas Yves Saint Laurent. Namun, pameran ini tidak hanya berhenti pada satu karya: lebih dari 200 objek arsip dari Musée Yves Saint Laurent Paris turut dipamerkan, termasuk halaman majalah, contact sheet, buku catatan iklan, kliping pers, dan foto pribadi.

Pameran dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama menyajikan perjalanan kronologis melalui foto-foto editorial koleksi Yves Saint Laurent hingga potret sang desainer sendiri. Yves termasuk desainer pertama yang aktif menempatkan dirinya sebagai wajah mereknya. Bagian kedua, yang disebut direktur kreatif ICP David Campany sebagai “kabin keingintahuan”, menampilkan artefak arsip yang memperkaya narasi visual.

Pengunjung dapat menyusuri karya fotografer seperti Richard Avedon, Cecil Beaton, Guy Bourdin, Robert Doisneau, Horst P. Horst, William Klein, Annie Leibovitz, Steven Meisel, Duane Michals, Helmut Newton, James Moore, Irving Penn, dan David Seidner. William Klein, misalnya, bermain dengan teknik eksposur pada foto tahun 1962 yang menciptakan efek garis bercahaya di sekeliling model. Sementara James Moore pada 1966 menampilkan model dalam gaun shift bermotif chevron yang khas era 1960-an.

Bettina Rheims mendokumentasikan suasana di balik panggung peragaan busana sepanjang dekade 1980-an. Potret Yves Saint Laurent sendiri hadir dalam berbagai gaya, mulai dari karya sederhana Irving Penn pada 1957 hingga foto Patrick Demarchelier pada 2004 yang memperlihatkan sang desainer di penghujung kariernya dengan latar industrial kontras.

David Campany menekankan bahwa jarang ada desainer yang pendekatannya mampu mengakomodasi begitu banyak gaya fotografi berbeda. Meski Yves Saint Laurent memiliki fotografer favorit seperti Irving Penn, ia juga bekerja dengan nama-nama seperti Jurgen Teller, Frank Horvat, dan Patrick Demarchelier, menunjukkan ruang kebebasan dalam desainnya yang memungkinkan interpretasi unik setiap fotografer.

Lahir di Aljazair pada 1936, Yves Saint Laurent memulai karier sebagai asisten Christian Dior. Setelah kematian Dior pada 1957, ia memimpin rumah mode tersebut di usia 21 tahun, lalu mendirikan label sendiri bersama Pierre Bergé pada 1960. Rumah mode ini dikenal berani mengadaptasi busana maskulin seperti setelan celana dan trench coat menjadi siluet feminin, seperti yang banyak terlihat dalam foto-foto Helmut Newton. Pameran Yves Saint Laurent and Photography dapat dikunjungi di International Center of Photography, New York.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.