Media Kampung – Berkshire Hathaway, konglomerasi investasi asal Amerika Serikat, melakukan pembelian saham Alphabet senilai sekitar USD 10 miliar atau setara Rp 178 triliun pada kuartal II tahun 2026. Langkah ini menandai terobosan baru dalam strategi investasi perusahaan yang kini mulai memasuki sektor teknologi, khususnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).

Langkah Investasi Strategis

Di bawah kepemimpinan CEO Greg Abel, Berkshire Hathaway juga menggelontorkan dana sekitar USD 4,5 miliar (Rp 80,1 triliun) untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) perusahaan pada kuartal II 2026. Selain itu, perusahaan memborong saham perusahaan lain dengan nilai hampir USD 20 miliar (Rp 356 triliun) selama periode yang sama. Investasi besar-besaran ini menunjukkan penggunaan cadangan kas perusahaan untuk ekspansi dan penguatan portofolio.

Kinerja Keuangan dan Portofolio

Laba operasional Berkshire Hathaway naik 16 persen menjadi hampir USD 13 miliar (Rp 231,4 triliun) dalam tiga bulan hingga Juni 2026, didukung oleh peningkatan performa di divisi manufaktur, jasa, ritel, dan utilitas. Namun, simpanan kas perusahaan menurun menjadi USD 365,5 miliar (sekitar Rp 6.506 triliun) dari posisi sebelumnya.

Pembelian saham Alphabet menjadikan perusahaan teknologi tersebut masuk ke dalam lima besar portofolio saham Berkshire, menggantikan Chevron. Selain itu, Berkshire juga mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison Home Corp senilai USD 6,8 miliar (Rp 121 triliun), yang baru rampung pada kuartal III 2026.

Dampak dan Respons Pasar

Para pemegang saham memberikan respons positif terhadap gaya manajemen Greg Abel yang lebih agresif dibandingkan era Warren Buffett. Meskipun demikian, saham Berkshire kelas B hanya naik 3,8 persen sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan terbaru, tertinggal dari indeks S&P 500 yang menguat sekitar 13 persen.

Kinerja Unit Bisnis Utama

  • Laba bersih unit perkeretaapian BNSF naik 6,3 persen menjadi sekitar USD 1,6 miliar (Rp 28,5 triliun), didukung pertumbuhan volume pengiriman kargo meski menghadapi kenaikan biaya bahan bakar.
  • Geico, unit asuransi utama Berkshire, mencatat penurunan laba underwriting sebelum pajak sebesar 45 persen menjadi USD 994 juta (Rp 17,7 triliun), dipicu oleh peningkatan klaim dan biaya komisi serta pemasaran.
  • Laba underwriting bersih grup turun 13 persen menjadi USD 1,7 miliar (Rp 30,3 triliun) akibat penurunan profitabilitas Geico yang mengimbangi pertumbuhan unit asuransi lain.
  • Laba bersih dari manufaktur, jasa, dan ritel melonjak 24 persen menjadi USD 4,5 miliar (Rp 80,1 triliun), sementara laba lini utilitas naik 27 persen menjadi USD 891 juta (Rp 15,9 triliun).

Langkah investasi Berkshire Hathaway dalam saham Alphabet merupakan tanda penting adaptasi perusahaan terhadap perkembangan teknologi dan peluang baru di sektor kecerdasan buatan. Ini menandai perubahan strategi dari pendekatan konservatif menjadi lebih agresif dalam mengelola portofolio dan cadangan kas perusahaan.