Media Kampung – Suara auman singa yang mengawali film Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) menjadi simbol ikonik dunia perfilman Hollywood sejak 1924. Logo singa tersebut merupakan identitas kuat dari era kejayaan Hollywood klasik.
Singa pertama yang tampil di logo MGM adalah Slats, yang muncul pada masa film bisu tanpa suara auman. Slats berasal dari Kebun Binatang Dublin dan sudah digunakan oleh Goldwyn Pictures sebelum MGM berdiri.
Desainer logo MGM, Howard Dietz, memilih singa sebagai simbol karena terinspirasi dari maskot universitasnya, Columbia University. Slats dilatih oleh Volney Phifer yang sangat dekat dengannya hingga menguburkan Slats dengan penuh penghormatan saat meninggal pada 1936.
Setelah era Slats, MGM memperkenalkan singa bernama Jackie yang menjadi singa pertama dengan suara auman dalam logo. Rekaman auman Jackie dianggap sebagai inovasi besar saat transisi Hollywood dari film bisu ke film bersuara di akhir 1920-an.
Perekaman auman Jackie berlangsung dengan prosedur ketat dan penuh ketegangan karena menggunakan singa hidup tanpa pengikat. Jackie dikenal sebagai singa jinak yang dibesarkan sejak kecil oleh pelatihnya, namun tetap berisiko dalam proses rekaman.
Auman Jackie pertama kali digunakan pada film White Shadows in the South Seas tahun 1928 dan direkam dengan teknologi gramofon yang saat itu sangat baru. Suara auman ini menjadi logo pembuka bersuara pertama di Hollywood.
Jackie juga menjadi singa MGM pertama yang tampil dalam film berwarna Technicolor melalui pembukaan film The Wizard of Oz. Singa ini dijuluki “Leo the Lucky” karena beberapa kali selamat dari kecelakaan serius.
Setelah Jackie, MGM menggunakan beberapa singa lain, termasuk Tanner dan George, sebelum akhirnya menggunakan singa bernama Leo sejak 1957 yang menjadi simbol permanen studio tersebut.
Pada era 1980-an, MGM mendaftarkan suara auman singa sebagai trademark suara, menjadikannya identitas audio paling terkenal dalam industri hiburan. Moto Latin “Ars Gratia Artis” yang berarti “Seni demi Seni” melingkari wajah singa sebagai filosofi MGM terhadap dunia perfilman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan