Media Kampung – Deputi Kepala Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, Stephane Mechati, menegaskan pentingnya pesan persatuan dalam keberagaman yang diusung melalui Festival Film Europe on Screen (EoS) 2026. Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah mempererat pemahaman antarindividu dan membangun masa depan bersama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Institut Francais d’Indonesie (IFI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Mei 2026, Mechati menjelaskan bahwa persatuan dalam keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan filosofi fundamental dalam menjalin hubungan antarmanusia dan antarbangsa. Ia menekankan bahwa saling memahami menjadi langkah awal untuk menghadapi isu-isu global secara bersama.
“Untuk memahami satu sama lain adalah cara membangun masa depan bersama. Kita harus menghadapi tantangan global secara bersatu semaksimal mungkin,” ujar Mechati kepada awak media. Ia meyakini bahwa festival ini dapat mengangkat budaya toleransi dan saling pengertian di masyarakat yang beraneka ragam.
Lebih jauh, Mechati menyatakan bahwa keberhasilan menghadapi berbagai masalah global sangat bergantung pada kemampuan seluruh pihak untuk bekerja sama dalam kerangka kemitraan yang kuat. Diplomasi menjadi kunci dalam mengembangkan kerja sama di bidang politik, keamanan, perdagangan, hingga ekonomi secara global.
“Pada akhirnya kita adalah manusia. Sehingga kita perlu saling memahami terlebih dahulu,” tegas Mechati. Pernyataan ini menegaskan nilai kemanusiaan sebagai fondasi dalam hubungan antarnegara dan antarbudaya.
Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay, menambahkan perspektif terkait perkembangan festival film di Eropa dan Indonesia. Ia mengungkapkan perbedaan utama terletak pada aksesibilitas, keterlibatan publik, dan jangkauan penonton. Karsay menyoroti pentingnya penyelenggara festival untuk memastikan acara dapat diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya di pusat kota seperti Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan masyarakat ikut terlibat. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah,” ungkap Karsay. Pernyataan ini menjadi pengingat pentingnya inklusivitas dalam penyelenggaraan festival agar nilai-nilai persatuan dan keberagaman dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Festival Europe on Screen 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jembatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Eropa. Melalui film, pesan toleransi dan persatuan dalam keragaman dapat tersampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima dan menginspirasi berbagai kalangan masyarakat.
Dengan berlangsungnya festival ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya saling memahami dan bekerja sama di tingkat internasional semakin meningkat. Hal ini sangat relevan mengingat dinamika tantangan global yang membutuhkan solusi kolektif dari berbagai negara dan budaya.
Secara keseluruhan, Festival Film Europe on Screen 2026 membawa pesan kuat bahwa persatuan dalam keberagaman adalah kunci menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Melalui sinema, penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan diplomasi dapat terwujud secara nyata, membuka ruang dialog dan kerja sama lintas bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan