Media Kampung – Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay, mengemukakan perbedaan signifikan antara festival film yang digelar di Eropa dan Indonesia, terutama terkait aspek aksesibilitas, keterlibatan masyarakat, dan jangkauan penonton. Ia menekankan pentingnya penyelenggara festival memastikan acara dapat diakses oleh publik secara luas, tidak hanya terbatas di ibu kota.

Dalam kesempatan konferensi pers Europe on Screen 2026 di Institut Francais d’Indonesie, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026), Karsay menjelaskan bahwa kedutaan besar berperan aktif dalam menjamin akses masyarakat terhadap program festival film. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan masyarakat ikut terlibat. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah,” ujarnya.

Keberagaman tersebut dinilai menjadi sarana untuk menampilkan perbedaan budaya sekaligus memperkaya industri perfilman melalui ragam karya yang berasal dari berbagai negara. Namun, Karsay mengaku belum dapat membandingkan penyelenggaraan festival tahun ini dengan sebelumnya karena masih baru menjalani masa tugas di Indonesia.

Sementara itu, Dubes Irlandia untuk Indonesia, Sharon Ann Lennon, menegaskan bahwa pemilihan film dalam festival tidak ditentukan oleh kedutaan. Pilihan film diserahkan kepada kurator dengan dasar pemahaman mendalam terhadap karakter dan minat penonton Indonesia.

“Pemilihan film dalam festival dilakukan oleh pihak penyelenggara sesuai dengan pemahaman mereka terhadap penonton Indonesia. Pemahaman terhadap audiens menjadi hal yang paling penting dalam proses tersebut,” terang Lennon. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan festival film sangat bergantung pada kemampuan kurator dalam menghadirkan karya yang relevan dan sesuai dengan selera masyarakat lokal.

Perbedaan dalam penyelenggaraan festival film antara Eropa dan Indonesia ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif dan adaptif agar festival dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan adanya kolaborasi lintas negara dan pemahaman mendalam tentang penonton, festival film di Indonesia dapat terus berkembang dan semakin memperkaya khazanah budaya serta industri perfilman nasional.

Festival Europe on Screen yang menjadi momentum pertemuan budaya ini pun berupaya menampilkan berbagai karya film dari beragam negara Eropa, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat di luar Jakarta untuk menikmati acara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa akses dan partisipasi publik menjadi fokus utama dalam mengembangkan festival film di Indonesia.

Kombinasi antara dukungan diplomatik dari kedutaan besar dan pemilihan film yang disesuaikan dengan preferensi penonton lokal menjadi kunci keberhasilan festival film di tengah dinamika budaya yang berbeda antara Eropa dan Indonesia. Dengan demikian, festival film dapat menjadi jembatan pengenalan budaya dan mempererat hubungan antarnegara melalui medium seni sinema.

Secara keseluruhan, dialog dan pengalaman yang dibagikan oleh Dubes Hungaria dan Dubes Irlandia memberikan gambaran bagaimana festival film dapat tumbuh dengan memprioritaskan keterlibatan masyarakat serta keberagaman konten yang kaya akan nilai budaya. Upaya ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri perfilman yang inklusif dan berdaya saing di tingkat internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.