Media Kampung – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, resmi menetapkan kepengurusan baru melalui Musyawarah Ranting (Musranting) yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, berlokasi di Musholla Nurul Fath. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi NU di tingkat desa sekaligus menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.
Musyawarah dengan tema “Merawat Tradisi, Membangun Pondasi” tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Ahmad Dhafir, Camat Grujugan Azas Suwardi, Kepala KUA Kecamatan Grujugan Multazam, serta tokoh masyarakat dan agama setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan peran NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat di Desa Grujugan Kidul.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Grujugan, Ahmad Junaidi, menegaskan bahwa Musranting bukan hanya ajang pergantian pengurus, melainkan kesempatan untuk mempererat ukhuwah dan konsolidasi organisasi di tingkat ranting. Ia menambahkan bahwa peran NU di desa sangat vital dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat persatuan warga, serta menjadi ujung tombak pembinaan umat.
Ahmad Junaidi berharap kepengurusan baru yang terpilih dapat membawa semangat segar dalam menjalankan program-program NU, aktif berkiprah di masyarakat, serta menjaga soliditas antaranggota nahdliyin. “Ranting NU harus menjadi rumah bersama, selalu hadir di tengah masyarakat, menjaga tradisi para ulama, dan terus berperan dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Dalam forum itu, terpilih kepengurusan baru Ranting NU Grujugan Kidul untuk masa khidmat 2026–2031. KH. Mahfudz Syafi’i dipercaya sebagai Rois Syuriyah, sementara Ustadz Munawar, S.Pd., SD ditunjuk sebagai Ketua Tanfidziyah. Penetapan ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi dan mendukung NU dalam menjalankan fungsinya di tingkat desa.
Musyawarah Ranting ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kesinambungan tradisi serta memperkokoh peran NU sebagai organisasi yang mengakar kuat di masyarakat. Dengan semangat yang terbarukan, NU Grujugan Kidul diharapkan semakin maju, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi umat dan lingkungan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan