Media Kampung – Mahkota Binokasih, pusaka bersejarah peninggalan Kerajaan Pajajaran, telah resmi dikembalikan ke Keraton Sumedang Larang pada Senin, 18 Mei 2026, setelah melakukan kirab budaya keliling sejumlah daerah di Jawa Barat sejak awal Mei.
Prosesi pengembalian mahkota berlangsung dengan suasana penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai pihak penting. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara langsung menyerahkan mahkota tersebut kepada Paduka yang Mulia (PYM) Sri Radya H.R.I Lukman Soemadisoeria sebagai simbol penutupan rangkaian kegiatan tersebut.
Kirab budaya yang dimulai sejak 2 Mei 2026 ini menampilkan perjalanan Mahkota Binokasih melalui beberapa wilayah di Jawa Barat, yang bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya Kerajaan Pajajaran kepada masyarakat luas. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai daerah yang menjadi tujuan kirab.
Mahkota Binokasih sendiri merupakan salah satu peninggalan berharga yang memiliki makna penting dalam sejarah Keraton Sumedang Larang dan Kerajaan Pajajaran, sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan tersebut. Pengembalian mahkota ini menandai kembalinya benda pusaka tersebut ke tempat asalnya setelah sempat melakukan perjalanan budaya di berbagai daerah.
Gubernur Dedi Mulyadi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengembalian Mahkota Binokasih ke Keraton Sumedang Larang merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan sejarah Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda pusaka agar generasi mendatang dapat terus mengenal akar budaya mereka.
Sementara itu, PYM Sri Radya H.R.I Lukman Soemadisoeria menyambut baik pengembalian mahkota tersebut dan menyatakan akan terus berupaya menjaga kelestarian budaya serta mengembangkan nilai-nilai tradisi kerajaan demi kemajuan dan identitas daerah.
Kegiatan kirab budaya yang baru saja usai ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Jawa Barat untuk lebih mencintai dan memahami sejarah daerahnya, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.
Dengan kembalinya Mahkota Binokasih ke Keraton Sumedang Larang, benda pusaka tersebut kini akan kembali disimpan dan dirawat secara khusus di keraton sebagai bagian dari koleksi sejarah yang menghadirkan nilai edukasi dan kebanggaan bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh tentang sejarah Kerajaan Pajajaran.
Proses pengembalian ini menutup rangkaian acara kirab budaya yang berlangsung selama hampir tiga minggu dan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah serta pihak keraton dalam melindungi dan mengembangkan warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas Jawa Barat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan