Media Kampung – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan aksi beli bersih investor asing sebesar Rp34,71 miliar pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172. Kabar ini menjadi angin segar di tengah tekanan jual asing yang mencapai Rp893,36 miliar secara keseluruhan. Sentimen positif datang dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027.
Dalam RUPS yang digelar Kamis (18/6), pemegang saham GOTO memberikan restu terhadap seluruh agenda perusahaan, termasuk pengangkatan kembali Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama, Marjorie Tiu Lau sebagai Komisaris Independen, dan Santoso Kartono sebagai Komisaris. Tidak ada perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, menunjukkan kepercayaan terhadap kepemimpinan yang ada. Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan menegaskan fokus perusahaan pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan masyarakat.
Program buyback senilai Rp3,5 triliun ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham dan fleksibilitas keuangan. Keputusan ini diambil di tengah kondisi pasar yang menantang, di mana investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran pada saham-saham unggulan seperti BBRI, MAPI, DSSA, TLKM, dan BBCA. Namun, saham GOTO justru menjadi salah satu yang diburu asing bersama AMMN, BMRI, TPIA, dan BRPT.
Pelemahan IHSG pada hari yang sama dipicu oleh keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, yang menekan minat pada aset berisiko. Secara year to date, arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp79,72 triliun. Meski demikian, saham GOTO mampu menarik minat asing berkat prospek buyback dan stabilitas kepemimpinan.
Selain buyback, RUPS juga menyetujui Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap tata kelola perusahaan.
Dengan adanya buyback dan dukungan pemegang saham, saham GOTO diproyeksikan dapat mempertahankan momentum positif di tengah volatilitas pasar. Investor akan mencermati realisasi pembelian kembali saham dalam beberapa bulan ke depan sebagai katalis harga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan