Media Kampung – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) kembali menggelar aksi private placement keempat dengan harga pelaksanaan Rp6.875 per saham. Langkah ini menjadi sorotan karena sebelumnya saham PANI sempat melesat hingga Rp20.000, namun analis menilai peluang untuk kembali ke level tersebut kini tipis.
Rincian Private Placement Keempat
Dalam private placement terbaru, PANI menerbitkan 72,47 juta lembar saham baru dengan harga Rp6.875 per saham. Aksi ini diproyeksikan menghimpun dana segar sekitar Rp498 miliar yang akan digunakan untuk anak usaha, yaitu PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.
Pembeli saham baru kali ini adalah PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd, yang disebut bukan pihak terafiliasi perseroan. Providentia Wealth Management merupakan perusahaan manajemen kekayaan berlisensi di Singapura yang melayani klien high net worth. Sementara itu, PT Victoria Jaya Abadi belum diketahui detailnya. Kedua investor ini hanya memegang porsi minoritas di bawah 1% saham PANI.
Sejarah Private Placement PANI
Aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari persetujuan yang diperoleh PANI sejak 2024 untuk menerbitkan saham baru hingga 1,56 miliar lembar melalui skema private placement. Sebelumnya, PANI telah melaksanakan tiga kali private placement:
- 19 Agustus 2025: 787,43 juta lembar saham baru dengan harga Rp5.200 per saham.
- 22 Agustus 2024: 469 juta lembar saham baru dengan harga Rp5.200 per saham.
- 2 September 2025: 20,9 juta lembar saham baru dengan harga Rp14.350 per saham.
Pada tiga aksi sebelumnya, pembeli saham baru adalah pengendali PANI, yaitu PT Multi Artha Pratama. Kini untuk pertama kalinya pembeli berasal dari luar afiliasi pengendali. Setelah private placement keempat, PANI masih memiliki sisa kuota penerbitan saham baru sebanyak 210 juta lembar.
Prospek Saham PANI ke Depan
Peluang saham PANI kembali ke level Rp20.000 dinilai tipis karena momentum backdoor listing dan pengalihan aset sudah selesai. Supply free float PANI saat ini cukup besar, mencapai 15,91% atau 2,88 miliar lembar saham per akhir Mei 2026. Namun, jika dihitung dari pemegang saham di atas 1%, persentase free float hanya sekitar 8,34%.
Pemegang saham PANI di atas 1% selain pengendali antara lain RCEP Growth Investment SPC (2,8%), Treasure Venture Investment (2,78%), dan Lat Ya Road (2,09%). Ketiga perusahaan tersebut berbasis di Cayman Islands dan British Virgin Islands. Manajemen PANI mengakui bahwa free float mereka turun dari 15% menjadi 8% setelah klasifikasi baru, sehingga masih perlu penyesuaian untuk memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Saat ini, narasi utama saham PANI bergeser ke perkembangan bisnis terbaru, terutama setelah proyek MICE CBDK rampung. Beberapa katalis jangka pendek yang dinanti antara lain pembangunan Hotel Hilton PIK 2 yang diperkirakan rampung pada pertengahan hingga akhir 2027, serta pembangunan jalan tol KATARAJA (Kamal, Teluk Naga, Rajeg) yang ditargetkan selesai akhir 2026. Namun, dua sentimen tersebut dinilai belum cukup kuat mendorong harga saham PANI kembali ke Rp20.000. Target yang lebih realistis berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp13.000 per saham.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan