Media Kampung, Jambi — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan ayam broiler di tingkat peternak, yang berdampak pada peningkatan siklus produksi sejak awal 2025.
Hartadi, pemilik peternakan ayam broiler di Sekernan, Muaro Jambi, mengatakan permintaan ayam meningkat sejak program tersebut berjalan. Peternakannya memiliki populasi sekitar 12.000 ekor ayam broiler.
“Peningkatan permintaan terlihat dari frekuensi masuknya anak ayam umur sehari (DOC) yang semula hanya empat hingga lima kali dalam setahun, kini meningkat menjadi enam hingga tujuh kali,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Hartadi, sebagian besar peternak ayam broiler masih menjalankan usaha melalui sistem kemitraan dengan perusahaan peternakan yang menyediakan bibit, pakan, obat-obatan, serta memasarkan hasil panen. Pola tersebut memberikan kepastian terhadap biaya produksi dan harga jual sehingga lebih aman dibandingkan usaha mandiri di tengah fluktuasi harga pasar.
Hingga kini belum ada kerja sama langsung antara peternak dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam Program MBG. Hartadi berharap pemerintah membuka peluang bagi peternak kecil untuk menjadi pemasok langsung kebutuhan ayam dalam program tersebut.
Ia juga berharap pemerintah membantu menekan harga pakan tanpa mengurangi kualitas dan kandungan nutrisi. Biaya pakan mencapai sekitar 70 hingga 80 persen dari total biaya produksi, sehingga stabilitas harga pakan dan harga jual ayam menjadi faktor penting menjaga keberlanjutan usaha.
“Harga ayam saat ini masih relatif normal, meski permintaan pada bulan ini sedikit menurun akibat libur sekolah dan bertepatan dengan bulan Muharam yang menyebabkan aktivitas hajatan masyarakat berkurang,” kata Hartadi.





















Tinggalkan Balasan