Media Kampung – Malang – Berawal dari modal Rp500 ribu saat masih kuliah, Rifan Herriyadi berhasil membangun Tuffero Bakery dan menembus pasar digital. Kini produknya laris di TikTok dan Shopee, bahkan dalam lima menit live shopping ia bisa menjual 2.000 toples nastar.

Rifan mengaku tertarik berbisnis karena ingin kebebasan waktu. “Keluarga saya kebanyakan karyawan. Saya melihat bisnis itu menarik dan menguntungkan, dan saya memang sulit diatur soal waktu,” ujarnya dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI, Minggu (28/6/2026).

Perjalanannya tidak mulus. Lima tahun lalu ia bangkrut setelah usaha konveksi yang dijalani enam tahun kolaps akibat pandemi. Tak menyerah, Rifan beralih ke F&B, awalnya memproduksi makaroni, lalu mengembangkan Tuffero Bakery. Produk terlaris saat ini adalah Nastar Sultan dan strudel untuk oleh-oleh.

Inovasi terus dilakukan, termasuk kolaborasi dengan kreator King Abdi untuk meluncurkan Terasi King dan Bumbu Hitam King Abdi. Permintaan yang meningkat membuatnya membangun pabrik baru di Graha Dewata untuk memperbesar kapasitas produksi.

Strategi pemasaran digital menjadi kunci sukses. Melalui live shopping di TikTok, Rifan membuktikan potensi besar platform tersebut. “Saat live, dalam lima menit 2.000 toples habis terjual. Itu bukti pemasaran digital punya potensi luar biasa,” ungkapnya.

Rifan berharap kisahnya memotivasi anak muda untuk berani memulai usaha. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak ditentukan modal besar, melainkan kemauan belajar, beradaptasi, dan bangkit dari kegagalan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.