Media Kampung – Jakarta, 17 Juni 2026 – Pergerakan harga emas masih berpeluang naik pada perdagangan hari ini setelah mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Momentum bullish diperkirakan berlanjut didukung sentimen positif dari sisi teknikal dan fundamental, sehingga peluang kenaikan harga emas dinilai masih terbuka meski investor tetap perlu mencermati potensi perubahan sentimen.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyatakan bahwa pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang kuat. Sejak pembukaan perdagangan pagi, harga bergerak dengan momentum besar dan minat beli dari pelaku pasar masih mendominasi. Menurutnya, kenaikan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga didukung oleh struktur teknikal yang sehat. Selama tekanan beli bertahan dan harga tidak turun di bawah area support terdekat, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar.
Secara teknikal, target kenaikan terdekat berada di level 4.354. Jika area tersebut berhasil ditembus, harga diperkirakan berpeluang naik menuju resistance berikutnya di kisaran 4.421. Kedua level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengamati arah pergerakan emas jangka pendek. Geraldo menjelaskan hingga saat ini belum terlihat sinyal teknikal yang menunjukkan perubahan tren menjadi bearish; pola pergerakan harga masih mencerminkan dominasi pembeli yang kuat.
Indikator stochastic juga memberikan gambaran sejalan dengan kondisi tersebut. Saat ini indikator berada di area overbought atau jenuh beli. Meski demikian, posisi tersebut belum bisa diartikan sebagai sinyal harga akan segera berbalik turun. Hingga kini belum muncul indikasi pelemahan momentum yang cukup kuat untuk mengakhiri tren naik yang sedang berlangsung. Dalam banyak kondisi pasar, stochastic yang berada di zona overbought memang dapat menjadi peringatan, namun selama indikator belum berbalik arah secara tegas, peluang kenaikan masih tetap terbuka.
Dari sisi fundamental, dukungan terhadap harga emas juga datang dari meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian perekonomian global. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta fluktuasi pasar keuangan membuat sebagian investor mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Emas kembali menjadi aset yang diminati karena dinilai mampu menjaga nilai investasi saat kondisi pasar tidak menentu.
Pelemahan dolar Amerika Serikat turut menopang penguatan harga emas. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung menurun membuat biaya peluang memiliki emas lebih rendah, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi lindung nilai.
Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data ekonomi AS seperti inflasi, tenaga kerja, atau aktivitas manufaktur menunjukkan perlambatan, peluang bank sentral melonggarkan kebijakan suku bunga akan semakin besar. Ekspektasi tersebut biasanya memberikan sentimen positif bagi emas sekaligus menekan dolar AS.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat prospek harga emas masih positif pada perdagangan hari ini. Dukungan dari tren teknikal yang kuat, tingginya permintaan safe haven, pelemahan dolar, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum kenaikan. Selama harga bertahan di atas area support penting, peluang emas untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance 4.354 hingga 4.421 masih terbuka dalam jangka pendek.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan