Media Kampung – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) tengah menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat talenta digital dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis media digital. Inisiatif ini diumumkan pada Minggu, 14 Juni 2026, di Jakarta, sebagai langkah konkret menjawab tantangan transformasi digital di Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, sektor ini juga berperan penting dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional dan menopang pertumbuhan kelas menengah. “Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi dalam menyerap tenaga kerja generasi muda sekaligus menopang pertumbuhan kelas menengah. Karena itu, diperlukan dukungan regulasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas agar talenta kreatif Indonesia dapat berkembang dan semakin kompetitif,” ujarnya.

Kemenekraf saat ini terus memperkuat fondasi berbagai subsektor ekonomi kreatif melalui lima pilar utama: pengembangan data, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan kekayaan intelektual, dan penguatan ekosistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Kolaborasi dengan SMSI dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelatihan digital bagi pegiat media di daerah, sekaligus mendorong lahirnya konten-kreatif yang mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional dan global.

Teuku Riefky menambahkan bahwa negara dengan ekonomi kreatif yang kuat umumnya didukung oleh budaya yang kuat. Indonesia, menurutnya, memiliki modal budaya tersebut dan perlu mengubah kreativitas menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI, Taufiqurochman, mengusulkan program pelatihan bagi anggota media siber agar mampu mengembangkan usaha berbasis konten digital dan platform monetisasi. “Kami berharap ada pendampingan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, sehingga pelaku media siber dapat berkembang menjadi konten kreator yang profesional dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” ucapnya.

Nishal Dillon, Direktur Media Krisis Center sekaligus perwakilan SMSI, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem media digital yang berkualitas dengan melibatkan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital dan platform terbaru. Melalui sinergi ini, Kemenekraf dan SMSI optimistis dapat memperluas peluang ekonomi kreatif berbasis media digital sekaligus meningkatkan kapasitas talenta kreatif Indonesia di era transformasi digital.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.