Media Kampung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas jejaring kerja sama internasional untuk mempercepat transformasi industri nasional. Langkah terbaru dilakukan melalui penjajakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Xiamen, Tiongkok, dalam kerangka BRICS PartNIR 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa BRICS PartNIR merupakan platform penting untuk memperkuat transformasi industri. Forum ini dinilai strategis dalam mendorong adopsi teknologi mutakhir bagi industri nasional.

Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi internasional yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi pengembangan industri nasional, khususnya dalam menyongsong era revolusi industri keempat,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Penjajakan kerja sama ini ditindaklanjuti melalui pertemuan bilateral delegasi Indonesia dengan Pemerintah Kota Xiamen. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Tri Supondy di Xiamen pekan lalu.

Pertemuan tersebut membahas optimalisasi potensi Xiamen sebagai Zona Ekonomi Khusus terkemuka di Tiongkok. Kedua pihak juga mendiskusikan peluang investasi di berbagai sektor industri strategis.

Tri Supondy mengatakan bahwa Xiamen memiliki ekosistem industri yang sangat maju dan sejalan dengan arah pengembangan industri nasional. Kemitraan ini diharapkan mampu memperkuat investasi dan transfer teknologi.

“Kami melihat Xiamen memiliki ekosistem industri yang sangat maju dan relevan dengan arah pengembangan industri Indonesia. Kami berharap dapat mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, serta kolaborasi,” ujar Tri.

Menurut Tri, Indonesia membuka peluang kerja sama yang luas bagi pelaku usaha Xiamen. Pemerintah Kota Xiamen telah mengajukan proposal kerja sama di sejumlah sektor unggulan, meliputi industri otomotif, pusat data, layanan kesehatan, pariwisata digital, perikanan, serta konstruksi prefabrikasi modern.

Sebagai salah satu Zona Ekonomi Khusus pertama di Tiongkok, Xiamen memiliki keunggulan di sektor semikonduktor, komponen elektronik, dan peralatan listrik pintar. Kota ini juga dikenal memiliki sektor logistik pelabuhan dan pemeliharaan aviasi yang kuat. Potensi tersebut dinilai sejalan dengan agenda Making Indonesia 4.0 dan pengembangan industri modern.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut mempromosikan potensi investasi kawasan industri nasional. Saat ini Indonesia memiliki 175 kawasan industri dengan luas lebih dari 98 ribu hektare yang siap menampung investor dari Xiamen dengan berbagai insentif pendukung. Pemerintah juga menyediakan insentif fiskal dan nonfiskal untuk menjaga iklim usaha yang kondusif.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok saat ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai USD154,5 miliar. Selain menjadi mitra dagang utama, Tiongkok juga termasuk investor terbesar di Indonesia, dengan investasi yang banyak mengalir ke sektor hilirisasi, manufaktur, dan infrastruktur industri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.