Media Kampung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sektor pendidikan vokasi melalui program pelatihan Master Trainer Industri yang digelar pada 18–25 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya akselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang industri manufaktur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi berbasis dual system yang berstandar global dan sesuai kebutuhan dunia industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Pada Agustus 2025, sektor manufaktur telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,26 juta orang, sementara sektor pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Kondisi ini mendorong Kemenperin untuk memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di tingkat global.

Dalam pelatihan Master Trainer Pelatih Tempat Kerja atau In-Company Trainer (ICT) kali ini, Kemenperin menggandeng Pemerintah Swiss melalui Swisscontact dalam proyek Swiss Skills for Competitiveness (SS4C). Kolaborasi ini bertujuan mempercepat transfer pengetahuan, budaya kerja industri, dan inovasi yang dapat diaplikasikan di lingkungan kerja industri nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi, menyatakan bahwa pelatihan ICT memiliki peran krusial dalam membimbing proses pembelajaran berbasis industri. Melalui pelatihan ini, kompetensi para pelatih dapat ditingkatkan sehingga standar kompetensi industri dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Sejak program ini dimulai pada 2019, sebanyak 1.310 pelatih ICT dan 139 Master ICT telah dilatih, menandakan komitmen berkelanjutan Kemenperin bersama Pemerintah Swiss dalam membangun ekosistem pengembangan SDM industri yang kuat. Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga pelatih yang mampu mentransfer kompetensi dengan kualitas tinggi, sehingga memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Dengan inisiatif ini, Kemenperin menegaskan fokusnya pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi sebagai solusi untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Pelatihan Master Trainer Industri menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung pengembangan SDM yang siap pakai dan berdaya saing global.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem dual system yang mengintegrasikan pembelajaran di institusi pendidikan dan pengalaman kerja langsung di industri. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan keterampilan dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk berkontribusi secara maksimal dalam sektor manufaktur dan industri pengolahan.

Ke depan, Kemenperin akan terus memperluas program pelatihan dan kolaborasi internasional untuk memastikan standar pendidikan vokasi nasional semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. Program pelatihan Master Trainer ini menjadi tonggak penting dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan era digitalisasi.

Dengan fokus pada pengembangan pelatih berkualitas, Kemenperin berharap dapat mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih adaptif dan berorientasi pada hasil nyata di dunia kerja. Langkah ini diharapkan memperkuat pondasi ekonomi nasional melalui sumber daya manusia yang kompeten dan produktif di sektor manufaktur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.