Media Kampung – Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, mengonfirmasi penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia pada Kamis, 21 Mei. Penunjukan ini menandai masuknya profesional berpengalaman dari Australia ke dalam struktur kepemimpinan perusahaan baru yang ditargetkan mengawal ekspor sumber daya alam strategis.

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dibentuk sebagai entitas yang akan mengelola skema pengawasan ekspor komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy. Diharapkan lembaga ini dapat memperkuat kontrol devisa serta meningkatkan transparansi pelaporan ekspor nasional.

Pemerintah Indonesia tengah memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam dengan menempatkan figur internasional yang memiliki rekam jejak kuat. Langkah ini selaras dengan kebijakan memperbaiki mekanisme pengawasan dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan negara.

“Penunjukan ini bagian dari penguatan tim,” ujar Rosan saat mengonfirmasi posisi Luke pada Kamis (21/5). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penempatan Mahony merupakan upaya strategis memperkuat kompetensi manajerial DSI.

Luke Thomas Mahony memperoleh gelar Master of Geomechanics dari University of New South Wales pada tahun 2009, memperkuat kredensial teknisnya di bidang pertambangan. Pendidikan tersebut memberikan fondasi kuat dalam analisis geomekanika yang krusial bagi operasi tambang modern.

Kariernya dimulai di BHP Billiton, di mana ia terlibat dalam proyek-proyek penambangan skala besar dan mengembangkan keahlian manajemen risiko. Pengalaman di BHP menambah pemahaman Mahony tentang standar internasional dalam operasional tambang.

Di Vale Indonesia, Mahony pernah menjabat sebagai Direktur Independen serta Chief Strategy and Technical Officer setelah RUPS 2024. Ia mengundurkan diri pada September 2025, namun selama masa jabatannya ia memimpin inisiatif strategi teknologi dan efisiensi produksi.

Sebelum meninggalkan Vale, ia memegang posisi Global Head of Technology and Innovation di Vale Global Base Metals, Toronto, mengawasi pengembangan teknologi penambangan berbasis data. Peran tersebut menegaskan kemampuannya mengintegrasikan inovasi digital ke dalam proses operasional.

Mahony juga pernah memimpin tim proyek tambang di Mozambik, mengelola implementasi sistem kontrol produksi dan keamanan lingkungan. Pengalaman lintas wilayah ini menambah perspektif globalnya dalam mengatasi tantangan regulasi dan logistik.

Dengan latar belakang tersebut, DSI berharap Mahony dapat membangun sistem pengawasan ekspor yang lebih transparan dan akuntabel. Integrasi teknologi geomekanik dan digital diproyeksikan meningkatkan akurasi data serta mempercepat respon terhadap pelanggaran regulasi.

Pengamat industri menilai penunjukan Mahony dapat menarik lebih banyak investor asing yang mengutamakan tata kelola yang baik. Kepercayaan terhadap DSI diperkirakan akan meningkat seiring dengan penerapan standar internasional yang dibawa Mahony.

Saat ini, Mahony tengah merancang kerangka kerja pertama DSI, termasuk prosedur pelaporan real‑time dan platform verifikasi komoditas. Implementasi awal dijadwalkan selesai pada akhir kuartal ketiga 2026, menandai langkah penting dalam reformasi ekspor sumber daya alam Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.